Aceh Tengah (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaksanakan pembangunan Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah pascabencana alam hidrometeorologi 2025 lalu.
"Saat ini progres pembangunan jembatan ini telah mencapai 60 persen, ditargetkan dapat difungsikan pada akhir November 2026," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 BPJN Aceh Chandra di Aceh Tengah, Sabtu.
Saat ini, kata dia, pemasangan rangka baja sudah mencapai sembilan segmen dari total 11 segmen dengan bentang 55 meter. Pihaknya berharap pekan depan seluruh rangka dapat tersambung dan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan.
Ia menjelaskan pekerjaan lantai jembatan meliputi pembesian, pengecoran beton, dan pengaspalan sebelum jembatan dapat difungsikan untuk masyarakat.
Chandra mengatakan pengerjaan menghadapi tantangan berupa perubahan ketinggian muka air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi. Kondisi tersebut menghambat pekerjaan fondasi dan abutmen atau struktur penyangga di kedua ujung jembatan.
Selain pembangunan jembatan, BPJN Aceh juga mengerjakan penanganan aliran sungai atau river training yang saat ini mencapai sekitar 30 persen. Pekerjaan tersebut dilakukan pada bagian hulu dan hilir sungai untuk mendukung perlindungan infrastruktur jembatan.
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilaksanakan siang dan malam dengan pembagian dua shift yang melibatkan sekitar 70 pekerja.
Chandra mengatakan pasokan semen, material bangunan, dan bahan bakar minyak yang sebelumnya sempat terkendala kini telah kembali lancar.
Jembatan Krueng Pelang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara dan menjadi bagian dari ruas jalan penghubung Pameu, Aceh Tengah, menuju Geumpang, Kabupaten Pidie.
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.