Seorang pelajar di Garut ditembak kakak kelasnya menggunakan airsoft gun, Selasa (6/10/2026). Tembakan mengenai mata kiri dan peluru bersarang di mata.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung memberikan penanganan medis kepada pasien pelajar asal Garut yang ditembak menggunakan airsoft gun oleh kakak kelasnya. Pasien datang ke PMN RS Mata Cicendo dengan keluhan setelah mata terkena benda asing.

"Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan adanya cedera pada bagian mata yang memerlukan penanganan lebih lanjut oleh tim dokter spesialis mata," mengutip keterangan resmi Rumah Sakit Mata Cicendo.

Selanjutnya, tim medis RS Mata Cicendo kemudian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi dan tingkat keparahan cedera. Sekaligus menentukan tindakan medis yang diperlukan.

"Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pasien serta upaya mempertahankan fungsi penglihatan," ungkap mereka.

RS Mata Cicendo mengingatkan cedera mata akibat benda berkecepatan tinggi dapat menimbulkan dampak serius terhadap struktur mata dan penglihatan. Meskipun luka dari luar terkadang tampak ringan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan penggunaan perangkat atau permainan yang dapat melontarkan benda dilakukan secara aman dan sesuai ketentuan. Penggunaan pelindung mata juga penting untuk mengurangi risiko terjadinya cedera.

Apabila terjadi benturan atau masuknya benda asing ke mata, masyarakat diimbau tidak menggosok, menekan, atau mencoba mengeluarkan benda yang tertancap pada mata secara mandiri. Segera cari pertolongan medis agar kondisi dapat diperiksa dan ditangani oleh tenaga kesehatan.

PMN RS Mata Cicendo berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan mata yang cepat, tepat, dan komprehensif bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan kasus kegawatdaruratan dan trauma mata.