Banyuwangi (ANTARA) - Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, Magang Hub Nasional serta Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diikuti sebanyak 284 orang peserta.

Kepala BPVP Banyuwangi, Susanto di Banyuwangi, Rabu, menyampaikan pelatihan penguasaan keahlian terapan tertentu itu dibuka cukup beragam, mulai dari bidang pariwisata, bidang pengelasan, pelatihan barista, hingga sektor pengolahan pangan dan pertanian hidroponik.

"Alumni dari BPVP Banyuwangi yang sudah terserap di dunia kerja pada tahun 2026 ini mencapai 1.720 orang, baik yang bekerja di industri maupun yang memilih jalur wirausaha mandiri," ujarnya.

Susanto memaparkan untuk program Magang Jepang kerja sama IM Japan telah memasuki tahun kedua, dan pada tahun 2025 terdapat sekitar 100 orang pendaftar dengan 95 orang di antaranya berhasil lolos ke tahap seleksi awal.

Sedangkan tahun 2026 ini, lanjutnya, setelah dilakukan penyaringan atau filtrasi tersisa 84 peserta dari total 250 orang.

"Banyuwangi ini menjadi pusat diklat fase pertama, sebelum nantinya para peserta melanjutkan ke diklat fase kedua di pusat pelatihan IM Japan di Bekasi. Jadi, dua bulan mereka kami godok di sini, dan dua bulan berikutnya di Bekasi, setelah itu dikirim ke Jepang," kata Susanto.

Salah seorang peserta program Magang IM Japan asal Banyuwangi, Mohammad Yahya Kamelasan mengaku sudah satu bulan menerima pelatihan di BPVP Muncar Banyuwangi bersama puluhan peserta lainnya.

"Masih kurang satu bulan lagi sebelum lanjut pendidikan dan pelatihan di pusat. Kami di sini belajar penguasaan bahasa Jepang, tentang budayanya hingga kedisiplinan," katanya.

Data diperoleh ANTARA, tingkat pengangguran terbuka atau TPT di Banyuwangi berhasil ditekan dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen di tahun 2025.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.