Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pelatih Arema FC Marcos Santos memuji mentalitas bertanding seluruh pemainnya itu sehingga menghindarkan tim tersebut dari kekalahan saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Marcos saat konferensi pers usai pertandingan menyatakan, dalam kondisi tertinggal 0-2 dari Bhayangkara di babak pertama hingga awal babak kedua, para punggawa Arema FC terus tampil menyerang hingga akhirnya mengambil alih kendali permainan serta mencetak gol penyeimbang.

"Ini menunjukkan bahwa Arema adalah tim yang mampu bangkit, tidak menyerah, dan tidak menerima kekalahan, ini mentalitas," kata Marcos.

Marcos tak memungkiri laga kali ini begitu sulit dilalui, khususnya dalam kurun waktu 10 menit awal pertandingan babak pertama dan harus kebobolan dua gol, terlebih komposisi yang dibawa pun tak lengkap karena tak diperkuat gelandang bertahan, Alfeandra Dewangga dan Betinho.

Ia menegaskan penampilan yang kurang baik babak pertama sepenuhnya adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih.

Oleh karenanya, saat turun minum dia mengajak semua pemain untuk berdiskusi dan mencari solusi guna mengejar defisit dua gol sampai pada akhirnya sanggup menyamakan kedudukan.

"Dan kami juga hampir saja membalikkan keadaan lewat beberapa peluang yang tercipta," ujarnya.

Meski demikian, pelatih asal Brasil ini menyampaikan hasil 2-2 di kandang bukan sebuah hal yang diinginkan, sebab setiap orang di tim sama-sama memiliki harapan untuk mendulang tiga poin.

Pada kesempatan itu, Marcos mempertanyakan keputusan wasit VAR yang memilih tak memutuskan handball salah seorang pemain Bhayangkara FC di dalam kotak penalti menjadi tendangan "12 pas" bagi Arema FC.

Padahal kata dia, dalam posisi itu tangan pemain Bhayangkara FC sudah dalam keadaan terbuka atau aktif dan berakibat tersentuhnya bola.

"Meski begitu saya bangga dengan perjuangan para pemain yang tidak menyerah untuk mengejar ketertinggalan dan terus menyerang," ucapnya.

Sementara itu, pemain Arema FC Samuel Otusanaya, mengatakan, pelatih Marcos Santos memberikan banyak arahan dan motivasi saat jeda turun minum yang membangkitkan semangat serta kepercayaan semua pemain supaya terus berjuang untuk meraih hasil terbaik.

Rasa optimis itu dibawa ke dalam lapangan dan perlahan-lahan mampu berdampak pada performa dia bersama rekan-rekannya di lapangan.

"Kami tidak puas tetapi ini menunjukkan level kompetisi dan level tim, dengan begitu kami terus berjuang," ucap penyerang berkewarganegaraan Nigeria ini.

Samuel mengungkapkan merasa bahagia bisa mencetak gol perdana di hadapan Aremania dan Aremanita, apalagi gol yang dia cetak sekaligus menghindarkan Arema FC dari kekalahan.

"Mencetak gol di stadion ini merupakan sesuatu yang luar biasa," ujarnya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.