Siti Nur Azzura
| 11 September 2026, 19:52 WIB

Polda Banten usai mengidentifikasi hasil temuan pelampung di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, pada Jumat (11/9/2026). - ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
AKURAT.CO Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, memastikan temuan pelampung yang ditemukan TNI AL dalam pencarian di hari ketiga, Kamis (10/9/2026), bukan milik kapal rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Hengki, dikutip Antara, Jumat (11/9/2026).
Hal tersebut juga diperkuat berdasarkan keterangan dari pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi, yang telah diinvestigasi oleh pihak kepolisian. Dia memastikan pelampung yang ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64, bukan merupakan peralatan keselamatan milik kapal yang disewakannya untuk rombongan jurnalis.
Baca Juga: Tim SAR Alihkan Pencarian 5 Jurnalis ke Utara Gunung Anak Krakatau
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar Sandi.
Dia menegaskan, kapalnya telah dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang lengkap ketika berangkat dengan beragam warna.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan mengalihkan fokus pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau sektor utara, Jumat (11/9/2026). Perubahan sektor dilakukan setelah penyisiran di sisi Selatan mencapai sekitar 20 nautical mile (NM) dari titik tengah Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Belum Ditemukan, Pulau Sertung Masih Berbahaya
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan evaluasi operasi menjadi dasar pengalihan sektor pencarian pada hari keempat. Tim kini memusatkan penyisiran di wilayah utara Gunung Anak Krakatau.
"Untuk pencarian hari ini kita arahkan ke sebelah utara Gunung Anak Krakatau," kata Al Amrad dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/9/2026).
Selain menyisir perairan, tim SAR gabungan memantau sejumlah wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau yang belum dapat dimasuki secara langsung. Salah satunya Pulau Sertung.