asiawebawards.com
  • 2026-07-22 06:44:09 +0000 UTC

    Jul 22, 2026

    Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat di Sulsel terkendala pasokan air bersih - ANTARA News Kalimantan Barat

    Makassar (ANTARA) - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel) terkendala pemenuhan air baku pada pengoperasian sekolah tersebut.

    MPLS Sekolah Rakyat tidak digelar serentak, karena infrastruktur yang belum memadai, sehingga pelaksanaannya digelar berbeda-beda pada sembilan Sekolah Rakyat yang telah memiliki bangunan sekolah permanen.

    "Rata-rata yang terlambat MPLS ini kan masalah air. Hampir semua yang terlambat itu masalah air, karena tidak cukup air yang bisa digunakan, PDAM juga tidak bisa distribusi air, karena bangunannya yang luar biasa besar," kata Kepala Dinas Sosial Sulsel Malik Faisal di Makassar, Rabu.

    Malik Faisal menyampaikan beberapa daerah telah melakukan MPLS, seperti Kabupaten Sinjai, Takalar dan Kota Makassar. Sementara Kabupaten Soppeng, Bone, Wajo, Tana Toraja, dan Barru akan berlangsung pada 31 Juli mendatang.

    "Beberapa sekolah yang mundur bahkan hingga Agustus. Kendala keterlambatan MPLS ini terjadi merata di seluruh Indonesia," tambahnya.

    Kesiapan MPLS di daerah, kata Malik, terus disiapkan, khususnya dalam pemenuhan fasilitas yang mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat, termasuk penambahan tenaga pengajar seiring bertambahnya jumlah siswa di tahun kedua penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat.

    Sementara itu, Kepala SR Wajo Asri membenarkan bahwa salah satu kendala pelaksanaan MPLS yang akan dilakukan pada akhir bulan ini, karena pemenuhan air sebagai utilitas dasar yang belum maksimal, sehingga pihaknya menyiapkan sejumlah mitigasi jika tidak ada air.

    "Kita ada sumur, tetapi dangkal, sehingga diantisipasi lewat bantuan PDAM untuk pengadaan pengantaran air dengan mobil tangki," ujarnya.

    Saat ini, SR Wajo telah memiliki siswa sebanyak 95 orang dan akan menerima sebanyak 270 siswa dengan masing-masing 90 siswa per jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA.

    Terkait pemenuhan siswa, ujar Asri, pihak Kemensos RI melalui pekerja sosial telah melakukan penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga.

    Sementara terkait kesiapan MPLS SR Wajo, utamanya dalam kesiapan asrama, ruang kelas dan kantin. Paling penting adalah kenyamanan dan keamanan siswa.

    Selain itu, pihak SR Wajo dalam mendukung proses belajar mengajar telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait pengadaan guru tamu untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing jenjang pendidikan.

    Asri menyebut pihaknya membutuhkan sebanyak 18 guru yang harus memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat, yakni 6 guru SD 12 guru SML dan 6 guru SMA.

    "Ada edaran terkait membantu tenaga pengajar di SR. Kami juga sudah simulasikan jadwal dan tugas tambahan dari guru," ujarnya.

    Pewarta: Nur Suhra Wardyah
    Uploader : Admin Antarakalbar

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-22 06:44:09 +0000 UTC