Pekalongan perkuat surveilans keamanan pangan

Senin, 24 Agustus 2026 22:58 WIB

Image Print

Petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang mengecek peralatan tumah tangga dalam kegiatan surveilans keamanan pangan di Pekalongan, Jateng. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan

Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus memperkuat surveilans keamanan pangan guna memastikan pangan yang diolah dan dikonsumsi masyarakat memenuhi persyaratan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarni di Pekalongan, Jateng, Senin, mengatakan bahwa pengamatan keamanan pangan perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas pangan sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang berpotensi menimbulkan cemaran.

"Parameter yang diperiksa meliputi uji bakteri, khususnya E coli pada pangan, serta uji kimia pangan," katanya.

Menurut dia, hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi syarat akan ditindaklanjuti melalui edukasi kepada pengelola pangan sesuai faktor risiko yang ditemukan.

Faktor tersebut, kata dia, dapat berkaitan dengan kebersihan tempat pengolahan, peralatan, tangan atau higiene personal hingga kualitas dan cara penyimpanan bahan pangan.

Ia yang didampingi sanitarian muda Maysaroh mengatakan bahwa pada pemeriksaan bakteriologis, ketidaksesuaian lebih banyak berkaitan dengan faktor kebersihan dan penyimpanan pangan.

Sedangkan, pada pemeriksaan kimia, kata dia, salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah penggunaan bahan pangan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin atau boraks, termasuk pada bahan baku tertentu seperti mi basah.

"Oleh karena itu, sebagai bentuk pencegahan, kami akan memberikan edukasi pada rumah tangga tentang cara penanganan makanan yang aman, teknik penyimpanan, pemilihan bahan pangan, dan praktik kebersihan yang benar," katanya.

Ia mengatakan keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir makanan tetapi dipengaruhi kebersihan pada setiap tahapan pengolahan.

Masyarakat, kata dia, perlu memastikan pangan terlindungi dari potensi cemaran fisik, kimia maupun biologis dengan menjaga kebersihan tempat dan peralatan, kebersihan diri, serta memastikan bahan pangan yang digunakan aman dan berkualitas.

"Kami berharap kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan pangan semakin meningkat. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong perubahan perilaku, terutama dalam memilih, menyimpan dan mengolah makanan secara aman di lingkungan rumah tangga," katanya.

Ia menambahkan berdasar hasil surveilans pada 2025 menunjukkan capaian kualitas pangan sebesar 71 dari 84 sasaran atau mencapai 84,52 persen.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.