Pekalongan kembangkan bibit padi Biosalin di lahan bekas rob
Pekalongan kembangkan bibit padi Biosalin di lahan bekas rob
Jumat, 14 Agustus 2026 23:09 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati. ANTARA/Kutnadi
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengembangkan bibit padi Biosalin I dan Biosalin II yang mampu mampu tumbuh produktif di lahan bekas rob Klidungan, Kecamatan Pekalongan Utara.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pengembangan bibit padi biosalin I dan Biosalin II sebagai alternatif perluasan pertanian di tengah keterbatasan lahan di wilayah itu.
"Pengembangan padi Biosalin tersebut juga didukung penerapan teknologi melalui demplot smart farming. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga pemupukan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi budi daya," katanya.
Menurut dia, lahan bekas rob di wilayah utara Kota Pekalongan memiliki potensi yang cukup besar yaitu ada 95 hektare lahan yang saat ini 56 hektare telah ditanami padi.
Pada musim kemarau, kata dia, varietas Biosalin dinilai lebih sesuai untuk dikembangkan karena memiliki kemampuan beradaptasi pada kondisi lahan yang terdampak salinitas.
"Dari hasil panen sebelumnya, produktivitas padi Biosalin juga menunjukkan hasil menggembirakan. Produktivitas di salah satu lokasi tercatat sekitar 6,6 ton per hektare sedangkan hasil di wilayah Krapyak berdasarkan laporan BPS mencapai 8,2 ton per hektare," katanya.
Ia mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa lahan eks rob tetap memiliki peluang untuk menghasilkan pangan secara optimal apabila dikelola dengan teknologi dan varietas yang tepat.
Dengan dukungan teknologi smart farming, menurut dia, pemilihan varietas yang sesuai, serta kepastian pasar, pengembangan Padi Biosalin di lahan eks rob diharapkan semakin produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian petani di daerah ini.
"Kami minta petani tidak perlu khawatir mengenai pemasaran hasil panen. Kalau panen itu no problem pasarnya karena rice mill kita sudah menampung dan Bulog sudah langsung menyerap," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.