"Kalau untuk kawula muda, teman-teman itu misalnya, uang jajannya bisa diatur, bisa nabung berupa investasi tabungan emas,"
Mataram (ANTARA) - Pegadaian Area Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendorong generasi muda untuk mulai belajar mengelola keuangan dan mengenal investasi dengan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.
Divisi Hubungan Kelembagaan, Business to Business Pegadaian Area Ampenan, Wisnu Maywardana mengemukakan hal itu saat sosialisasi literasi keuangan kepada mahasiswa yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kantor ANTARA Biro NTB, Kamis.
Sosialisasi tersebut turut memperkenalkan layanan tabungan emas sebagai salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi dengan nominal terjangkau.
Wisnu mengatakan bahwa kebiasaan mengelola keuangan dapat mulai dibangun sejak usia muda dengan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.
"Kalau untuk kawula muda, teman-teman itu misalnya, uang jajannya bisa diatur, bisa nabung berupa investasi tabungan emas," kata Wisnu.
Ia menjelaskan bahwa tabungan emas memungkinkan masyarakat membeli emas dengan nominal kecil karena uang yang ditabung akan dikonversikan menjadi saldo berdasarkan gramasi emas.
Menurut dia, masyarakat dapat menabung emas dengan nominal mulai dari Rp10 ribu sehingga layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.
Wisnu mengatakan layanan tabungan emas kini dapat diakses melalui aplikasi Tring! Sehingga masyarakat dapat membuka tabungan dan melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke kantor Pegadaian.
Aplikasi ini merupakan aplikasi layanan digital Pegadaian yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan Pegadaian melalui perangkat seluler, termasuk melakukan transaksi tabungan emas.
"Jadi masyarakat itu tidak mesti harus ke kantor kami untuk membuat tabungan emas, bisa juga langsung melalui aplikasi ini," ujarnya.
Selain untuk menabung, saldo emas yang dimiliki dapat dijual kembali atau digadaikan melalui aplikasi ketika nasabah membutuhkan dana. Saldo tersebut juga dapat dicetak menjadi emas fisik yang kemudian diambil di kantor Pegadaian terdekat.
Pewarta : Fadhlina Shahira, PKL Unram
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026