PBB Catat Pemukim Israel Lakukan Lebih dari 1.330 Serangan di Tepi Barat Sejak Awal 2026
Bagikan:
JAKARTA - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan telah mendokumentasikan lebih dari 1.330 insiden yang melibatkan pemukim Israel di Tepi Barat, Palestina yang diduduki sejak awal tahun 2026, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan properti di pihak Palestina.
Hal ini disampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor PBB tersebut, yang menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan kekerasan di seluruh Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir.
Kantor tersebut mengatakan, sejak Kamis lalu setidaknya delapan warga Palestina, termasuk seorang anak, telah tewas, dilansir dari WAFA (28/7).
Rumah, masjid, pohon, dan fasilitas pertanian telah dibakar atau dirusak, beberapa hancur total, sementara setidaknya sepuluh keluarga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat gelombang kekerasan terbaru.
Organisasi hak asasi manusia Palestina, Israel dan internasional telah menyatakan tentara Israel menutup mata terhadap serangan kolonis dan bahkan ikut serta dalam serangan tersebut.
Kantor PBB mencatat, pasukan Israel telah memperketat pembatasan pergerakan warga Palestina dan akses mereka ke berbagai wilayah di Tepi Barat, mencegah ribuan orang mengakses layanan penting, termasuk perawatan medis darurat dan mata pencaharian.
OCHA melaporkan, sejak awal tahun ini hingga Sabtu lalu, 77 warga Palestina, termasuk 18 anak-anak, tewas akibat serangan pasukan Israel atau pemukim Israel.
BACA JUGA:
Kantor tersebut menekankan, para pelaku kemanusiaan terus menyerukan perlindungan mendesak bagi warga sipil dan kepatuhan ketat terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional, menekankan pentingnya meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.
Serangan-serangan oleh Israel ini membuka jalan bagi aneksasi resmi Tepi Barat, yang akan merusak kemungkinan pembentukan Negara Palestina sebagaimana diatur dalam resolusi PBB yang relevan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+