Pascaunjuk rasa protes tingginya biaya hidup di Prancis, 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka
Seorang pemilik toko membersihkan bagian depan tokonya yang rusak pascaunjuk rasa menentang tingginya biaya hidup di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan bahwa sebanyak 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka dalam aksi unjuk rasa nasional menentang lonjakan inflasi di berbagai wilayah Prancis pada 17 Oktober 2026, yang diwarnai bentrokan antara polisi dan demonstran, penjarahan, serta kebakaran di sejumlah lokasi. ANTARA FOTO/AFP/Matthieu Rondel/kye
Pascaunjuk rasa protes tingginya biaya hidup di Prancis, 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka
Seorang pejalan kaki memotret kendaraan yang terbakar dan patung "Monument à la République" yang dikenakan rompi kuning pascaunjuk rasa nasional menentang tingginya biaya hidup di Place de la République, Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan bahwa sebanyak 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka dalam aksi unjuk rasa nasional menentang lonjakan inflasi di berbagai wilayah Prancis pada 17 Oktober 2026, yang diwarnai bentrokan antara polisi dan demonstran, penjarahan, serta kebakaran di sejumlah lokasi. ANTARA FOTO/AFP/Matthieu Rondel/kye
Pascaunjuk rasa protes tingginya biaya hidup di Prancis, 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka
Bangkai sejumlah kendaraan hangus terbakar pascaunjuk rasa menentang tingginya biaya hidup di salah satu ruas jalan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengatakan bahwa sebanyak 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi terluka dalam aksi unjuk rasa nasional menentang lonjakan inflasi di berbagai wilayah Prancis pada 17 Oktober 2026, yang diwarnai bentrokan antara polisi dan demonstran, penjarahan, serta kebakaran di sejumlah lokasi. ANTARA FOTO/AFP/Matthieu Rondel/kye
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
- unjuk rasa prancis
- biaya hidup tinggi
- kerusuhan
- bentrok polisi demonstran
- demonstrasi
- eropa