Nabire (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menyiapkan 60 ribu masker untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat cuaca kering, debu, dan asap pembakaran.

Plt. Kepala Dinkes Papua Tengah dr. Agus di Nabire, Sabtu, mengatakan pemantauan kasus ISPA melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) diperketat menyusul mulai terlihat potensi kenaikan kasus meski belum signifikan.

“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah,” katanya.

Ia mengatakan, langkah antisipasi dilakukan dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, membagikan masker di ruang publik, serta menyiagakan ambulans untuk menangani warga yang mengalami kondisi darurat akibat gangguan pernapasan.

Dinkes Papua Tengah menyiapkan stok masker tiga lapis sebanyak 23 karton atau sekitar 1.150 boks dengan total sekitar 60 ribu lembar untuk disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain masker, Instalasi Farmasi Provinsi memastikan ketersediaan obat batuk dan vitamin dalam kondisi aman untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Dinkes juga melakukan pembagian sekitar 1.000 masker setiap hari di ruang publik sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko paparan debu dan asap yang dapat memicu gangguan saluran pernapasan akibat meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan di Nabire.

“Untuk kegiatan Car Free Day (CFD) di Nabire, pemerintah masih mengizinkan pelaksanaannya pekan ini dengan pertimbangan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pedagang dan mama-mama penjual yang telah menyiapkan dagangan,” katanya.

Ia mengatakan, tim Dinkes Papua Tengah turut hadir di lokasi CFD untuk membagikan masker dan memberikan edukasi mengenai pencegahan gangguan pernapasan kepada masyarakat.

Namun, pelaksanaan CFD pada pekan berikutnya akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kualitas udara dan situasi kesehatan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan karena asap dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau berada di kawasan berdebu, memperbanyak konsumsi air putih, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.

Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi waktu istirahat untuk menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau.

Ia meminta warga segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami batuk dan pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, sesak dada, atau perubahan warna bibir dan kulit menjadi kebiruan.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.