Mimika, Papua Tengah (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengerahkan tenaga pendamping Tanam, Petik, Olah, Jual (TPOJ) untuk mengembangkan pangan lokal menjadi sumber pangan bergizi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi pangan lokal.

Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Herman Kayame di Timika, Kamis, mengatakan TPOJ tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi mencakup seluruh rantai pemberdayaan masyarakat.

“Pangan lokal harus kita lihat sebagai kekuatan ekonomi masyarakat Papua Tengah,” katanya dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi tenaga pendamping kelompok TPOJ.

Ia mengatakan Papua Tengah memiliki beragam potensi pangan lokal, seperti umbi-umbian, ikan, sayuran, serta hasil pekarangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan sumber pendapatan keluarga.

Untuk itu, peningkatan nilai ekonomi pangan lokal harus diikuti penerapan standar keamanan pangan agar produk yang dihasilkan bersih, aman, bergizi dan memiliki kualitas yang konsisten.

Karena itu, peserta ToT dibekali pengetahuan mengenai kebersihan, pemisahan bahan mentah dan matang, pengolahan, penyimpanan, serta penggunaan air dan bahan baku yang aman.

Para peserta juga dipersiapkan menjadi tenaga pelatih yang dapat membawa pengetahuan tersebut kembali kepada kelompok TPOJ di wilayah masing-masing.

Ia mengatakan pengembangan TPOJ juga memiliki peluang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi produk pangan lokal harus memenuhi standar higienis, sanitasi, kualitas, serta mekanisme pengadaan yang berlaku.

“Jangan berpikir hanya karena mempunyai produk pangan lokal, maka produk tersebut otomatis dapat masuk ke rantai pasok MBG,” ujarnya.

Ia menegaskan pemenuhan standar merupakan syarat awal agar masyarakat siap memanfaatkan peluang pasar dari program pemerintah, termasuk makan bergizi gratis (MBG).

Ia berharap pendamping TPOJ dapat mengawal penerapan hasil pelatihan hingga menghasilkan kelompok yang semakin mandiri, produk pangan lokal yang berkualitas, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah Agustinus Bagau mengatakan ToT melibatkan delapan kabupaten dengan prioritas enam daerah, yakni Puncak Jaya, Puncak, Intan Jaya, Paniai, Deiyai dan Dogiyai.

Dua kabupaten lainnya, yakni Mimika dan Nabire, turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk memperluas jangkauan program pendampingan TPOJ.

Ia menjelaskan, melalui ToT ini, pihaknya memberi pelatihan kepada 30 pendamping TPOJ dari masing-masing kabupaten sehingga mereka bisa kembali ke daerah masing-masing untuk melatih kelompok TPOJ hingga tingkat kampung atau desa.

“Kalau perlu setiap desa itu mereka sudah harus punya ibu-ibu yang sudah mendapatkan pengetahuan,” katanya.

Menurutnya, TPOJ merupakan program inovasi dan prioritas Gubernur Papua Tengah yang diarahkan agar pengetahuan mengenai pangan, gizi, pengolahan, dan pengembangan usaha dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Pendamping juga diminta memastikan kelompok yang dilatih tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi mampu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi dan menyusun rencana usaha sesuai potensi wilayah.

Program tersebut juga diarahkan menjadi sarana edukasi gizi bagi keluarga sehingga pemanfaatan pangan lokal tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi turut mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Papua Tengah.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.