Liputan6.com, Wellington - Panglima Angkatan Bersenjata Selandia Baru, Marsekal Udara Tony Davies, mengundurkan diri pada Jumat (23/10/2026) setelah mengakui pernah menjalin hubungan yang tidak pantas saat memimpin sebuah unit militer.

"Saya menyesal tidak mengungkapkan hal ini ketika memiliki kesempatan," kata Davies dalam pernyataan tertulisnya seperti dilaporkan Associated Press.

Davies bergabung dengan Angkatan Udara Selandia Baru pada 1984 dan diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata pada 2024. Pihak militer menyatakan bahwa tugasnya sebagai panglima akan dialihkan kepada Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Laksamana Muda Mat Williams.

"Saya mengundurkan diri karena alasan pribadi, menyusul kesalahan dalam mengambil keputusan pada masa lalu yang kini saya pertanggungjawabkan," ujar Davies.

"Kesalahan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi Angkatan Bersenjata."

Pihak militer menyatakan tidak akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus tersebut. Persoalan ini telah diserahkan kepada inspektur jenderal independen yang bertugas menyelidiki perilaku anggota militer.

Menteri Pertahanan Selandia Baru Paul Goldsmith membenarkan telah menerima pengunduran diri Davies.

Goldsmith menyebut kasus ini sebagai persoalan integritas. Ia mengatakan bahwa dirinya dan Davies sepakat situasi tersebut membuat Davies tidak mungkin lagi mempertahankan jabatannya.

"Saya menghargai pengabdiannya selama 42 tahun serta kontribusinya bagi Angkatan Bersenjata Selandia Baru. Namun, keadaan yang menyebabkan pengunduran dirinya tentu menjadi kekecewaan besar bagi seluruh personel Angkatan Bersenjata," tutur Goldsmith.

Menurut situs resmi militer Selandia Baru, Davies menyelesaikan pendidikan di Air Command and Staff Course Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), yang berlokasi di Pangkalan Udara Maxwell, Alabama, pada 2000. Ia juga menyelesaikan pendidikan di Royal College of Defence Studies, London, pada 2013.

Pada 1998, Davies menerima penghargaan Member of the New Zealand Order of Merit atas perannya dalam operasi evakuasi seorang warga negara AS yang sakit kritis dari Antarktika pada pertengahan musim dingin.