Jakarta -
Paket Santet telah tayang di bioskop sejak kemarin. Film horor produksi BASE Entertainment itu langsung memimpin sebagai film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak di hari pertama, melampaui yang lainnya yang tayang di waktu yang sama.
Paket Santet berhasil meraup 45 ribu penonton. Film yang disutradarai Dinna Jasanti itu sukses melewati jumlah dari Operasi Pesta Copet dan Rumah Singgah.
Pencapaian ini jelas menegaskan bahwa premis Paket Santet, yang mengangkat teror santet melalui medium paling sederhana dalam keseharian kita yaitu sebuah paket kiriman, berhasil menyedot perhatian penonton Indonesia secara luas. Antusiasme penonton yang hadir sejak hari pertama mencerminkan bagaimana film itu berhasil membangun rasa penasaran yang kuat lewat premis dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket Santet sendiri mengisahkan tujuh mahasiswa, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), yang satu per satu menerima paket misterius tanpa nama pengirim. Semakin mereka mencari jawaban, semakin jelas bahwa teror ini tidak lahir dari kekosongan.
Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai target, dengan motif yang berakar pada luka lama dari perundungan yang selama ini dianggap selesai oleh pelakunya. Namun hal itu tidak pernah benar-benar selesai bagi yang merasakannya.
Melihat Paket Santet ramai penonton, Fiki Naki selaku pemain tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas sambutan yang luar biasa. Ia mengaku gak menyangka bisa mendapat 45 ribu di hari pertama penayangan.
"Ini debut saya di layar lebar, dan mengetahui bahwa penonton memilih untuk hadir sejak hari pertama membuat saya tidak punya kata-kata selain bersyukur. Ini bukan hanya pencapaian saya, tapi pencapaian seluruh tim yang sudah bekerja keras sejak lama untuk menghadirkan film ini," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).
Paket Santet tayang di seluruh bioskop Indonesia. Jangan sampai kelewatan ya.
(mau/pus)