asiawebawards.com
  • 2026-08-16 03:47:36 +0000 UTC

    Aug 16, 2026

    Pakar: Pendidikan terintegrasi jadi investasi nyata Presiden Prabowo - ANTARA News Bengkulu

    Bengkulu (ANTARA) - Pakar Kebijakan Publik dan Ekonomi Dr Anzori Tawakal menilai kebijakan pendidikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan secara terintegrasi menjadi investasi nyata yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

    "Transformasi bangsa yang salah satu dari 121 program transformasi kebijakan Presiden Prabowo adalah di sektor pendidikan, yaitu sekolah rakyat, sekolah unggulan dan peningkatan kualitas pendidikan di berbagai level, bahkan sampai ke tingkat universitas," kata Anzori di Bengkulu, Jumat, menanggapi Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026.

    Menurut dia penguatan pendidikan menjadi bagian penting dari transformasi pembangunan karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan Indonesia menghadapi persaingan dan mencapai target sebagai negara maju.

    Dia mengatakan pendekatan pemerintah yang menyentuh pendidikan pada berbagai tingkatan menunjukkan upaya membangun sumber daya manusia tidak dilakukan melalui satu program saja, tetapi melalui sejumlah kebijakan yang saling melengkapi.

    Anzori juga mengaitkan kebijakan pendidikan dengan program Makan Bergizi Gratis yang menurut dia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan anak, tetapi menjadi bagian dari investasi jangka panjang pada kesehatan dan pendidikan.

    "Program ini akan merupakan investasi besar di sektor kesehatan pendidikan kita jangka panjang menuju anak-anak yang sehat, cerdas, kuat dan unggul," kata Anzori.

    Menurut dia investasi pada pendidikan dan kesehatan perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan manusia karena manfaatnya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Hasilnya baru akan semakin terasa ketika generasi yang mendapatkan dukungan pendidikan dan kesehatan tumbuh menjadi sumber daya manusia produktif.

    Dia menilai kebijakan sekolah rakyat, sekolah unggulan dan peningkatan kualitas pendidikan dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas perlu dilihat sebagai satu kesatuan dalam membangun kualitas manusia.

    Anzori mengatakan penguatan pendidikan juga penting karena indeks modal manusia Indonesia masih perlu ditingkatkan agar dapat mendekati capaian negara-negara maju.

    Menurut dia peningkatan kualitas manusia tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pendidikan, tetapi membutuhkan dukungan sektor lain seperti kesehatan, pangan, perumahan dan perlindungan sosial.

    Karena itu, Anzori menilai berbagai program pemerintah yang berjalan secara paralel di sejumlah sektor pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk manusia Indonesia yang sehat, cerdas, kuat dan unggul.

    Dia mengatakan proses pembangunan sumber daya manusia membutuhkan konsistensi kebijakan dan waktu sehingga program pendidikan perlu terus diperkuat serta dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal.

    Meski demikian, Anzori menilai arah kebijakan pendidikan dalam pemerintahan Prabowo telah menunjukkan komitmen untuk menjadikan pembangunan manusia sebagai bagian penting dari transformasi bangsa.

    Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8), menyatakan pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan pemerintahan.

    Presiden mengatakan kebijakan transformatif itu dijalankan di berbagai sektor untuk menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejumlah kebijakan yang disampaikan mencakup swasembada pangan, swasembada energi melalui B50, program makanan bergizi, hilirisasi dan bantuan sosial.

    Pewarta: Boyke Ledy Watra
    Editor : Anom Prihantoro

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-16 03:47:36 +0000 UTC