Pacitan kaji penggabungan 16 SD untuk tingkatkan efektivitas pendidikan - ANTARA News Jawa Timur
Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mengkaji rencana penggabungan 16 sekolah dasar negeri sebagai upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan setelah kebijakan serupa pada 2025 dinilai mampu meningkatkan jumlah peserta didik.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pacitan Wahyono di Pacitan, Rabu, mengatakan penggabungan 16 SD menjadi delapan sekolah pada 2025 menunjukkan hasil positif, sehingga pemerintah daerah mempertimbangkan kebijakan serupa pada tahun berikutnya.
"Regrouping (penggabungan) yang dilakukan tahun lalu berdampak pada meningkatnya jumlah peserta didik. Karena itu kami mengkaji kembali kemungkinan regrouping terhadap 16 sekolah lainnya," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah siswa baru SD negeri di Pacitan meningkat dari 4.982 orang pada 2025 menjadi 4.991 orang pada tahun ajaran 2026/2027.
Menurut Wahyono, capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan penggabungan sekaligus bahan evaluasi sebelum menentukan sekolah yang akan digabung pada tahap berikutnya.
Ia mengatakan penentuan sekolah yang akan dilakukan penggabungan masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sebaran peserta didik, akses layanan pendidikan, serta potensi anak tidak sekolah.
"Kami memastikan regrouping tidak mengurangi kualitas pelayanan pendidikan, baik dari sisi akses, jarak tempuh maupun dampaknya terhadap masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan pada tahun ajaran 2026/2027 tidak ada SD negeri di Pacitan yang tidak memperoleh siswa baru.
Namun, terdapat dua sekolah yang masing-masing hanya menerima satu siswa.
Menurut dia, pemerintah daerah masih melihat potensi bertambahnya peserta didik di sekolah tersebut sehingga seluruh aspek akan menjadi pertimbangan sebelum kebijakan penggabungan ditetapkan.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.