Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:00 WIB
Jakarta, VIVA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali melakukan pembangunan 8 tower hunian vertikal pada kawasan Aparatur Sipil Negara (ASN), di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono menjelaskan, proyek pembangunan ini mencakup area lahan seluas 68.390 meter persegi (m2). Dengan total luas bangunan mencapai 82.666 m2 yang merangkum 8 tower dengan kapasitas total 288 unit, masing-masing unit yakni seluas 190 m2.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia mengatakan, dengan adanya kegiatan pembangunan 8 tower hunian vertikal ini, maka hal itu akan dapat berpotensi menambah lapangan pekerjaan terutama di IKN.
Baca Juga
“Saat ini telah tersedia sekitar 10.000 lapangan pekerjaan di IKN, dan penyelenggaraan kegiatan ini memiliki potensi besar untuk semakin memperluas kesempatan kerja serta menggerakkan roda perekonomian lokal bagi masyarakat sekitar," kata Basuki dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Dalam pembangunan 8 tower hunian vertikal pada kawasan ASN di Wilayah Perencanaan (WP) 1A IKN itu, PT Nindya Karya (Persero) pun kembali memperkuat kontribusinya. Yakni melalui Penandatanganan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), atas prakarsa badan usaha (unsolicited PPP) pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Baca Juga
Direktur Utama Nindya Karya, Firmansyah mengatakan, 8 tower yang dikelola oleh anak usaha Nindya Karya, yakni PT Nindya Estate Management, dirancang khusus untuk mendukung kesiapan fasilitas tempat tinggal bagi ASN dan menunjang ekosistem pendukung pemerintahan di IKN.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada OIKN, atas kepercayaan yang diberikan kepada Nindya Karya sekaligus menyampaikan manfaat penting dalam proyek tersebut.
"Pembangunan hunian 8 tower ini berperan penting dalam pembangunan IKN, guna mendukung kesiapan fasilitas tempat tinggal dan aktivitas para ASN, serta membangun kualitas kehidupan di IKN," kata Firmansyah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara Direktur Pengembangan Bisnis & SDM Nindya Karya, Eduard Batubara menyampaikan, melalui skema KPBU, proyek ini juga mencerminkan kolaborasi pemerintah dan badan usaha, dalam mendorong penyediaan infrastruktur strategis dengan tata kelola, akuntabilitas, dan orientasi kinerja jangka panjang.
"Nindya Karya siap mengerahkan seluruh sumber daya dan kapabilitas terbaiknya, dengan menerapkan standar construction excellence guna memastikan proyek selesai tepat waktu, memenuhi standar mutu tertinggi, serta mengutamakan aspek keselamatan di setiap tahapan pekerjaan," ujarnya.
Tren Properti Berubah, Hunian Kini Jadi Aset Investasi Jangka Panjang
Tren properti bergeser ke kawasan superblock yang menggabungkan hunian, bisnis, pendidikan, dan fasilitas terpadu dengan potensi investasi jangka panjang.
VIVA.co.id
14 Oktober 2026