Minggu, 27 September 2026 - 08:36 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih penghargaan pada kategori kementerian dalam Anugerah Hari Statistik Nasional Tahun 2026 yang digelar di The Grand Platinum Hotel, Jakarta, Sabtu 26 September 2026.

Baca Juga

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Kemendagri dalam mengoptimalkan data statistik sebagai kompas pembangunan daerah. Hal ini tercermin dari sinergi Kemendagri dan BPS dalam pemanfaatan data statistik untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah, termasuk pengendalian inflasi daerah, pengendalian harga komoditas, hingga evaluasi kinerja pemerintah daerah (Pemda).

Baca Juga

Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada BPS yang selama ini mendukung Kemendagri dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan terhadap daerah, salah satunya dalam pengendalian inflasi.

Menurutnya, pemanfaatan data statistik memungkinkan Kemendagri memantau perkembangan berbagai indikator di daerah secara lebih terukur, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian.

Baca Juga

“Perintahnya Pak Presiden sekarang, Pak Prabowo sama yaitu untuk menjaga inflasi daerah. Otomatis dari mana startnya ini? … Beliau (Presiden Prabowo) sangat berbasis data, kami pun berbasis data, otomatis startnya dari data-datanya BPS,” ujar Tito.

Tito menjelaskan, sebelumnya data inflasi daerah umumnya dirilis sebulan sekali. Ia kemudian menyampaikan masukan kepada Kepala BPS agar menyusun instrumen penilaian yang dapat digunakan secara mingguan, mengingat dinamika harga di daerah berlangsung secara cepat.

Melalui diskusi dan kerja sama antara Kemendagri dan BPS, kemudian dikembangkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang memuat perkembangan komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk memantau dan mengevaluasi pengendalian inflasi di daerah, termasuk pada komponen volatile food, administered prices, dan core inflation. Data tersebut juga digunakan Kemendagri dalam mengevaluasi kinerja Penjabat (Pj.) Kepala Daerah beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah dengan kerja sama seperti itu, karena dapat diagnosa yang tepat daerah mana yang tinggi, penyebabnya apa, maka terapinya juga bagus. Alhamdulillah [angka inflasi] bisa terkendali di angka yang dalam range 1,5 sampai 3,5 persen,” sambungnya.

Halaman Selanjutnya

Tito mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, data BPS juga akan dimanfaatkan untuk memonitor pertumbuhan ekonomi di daerah. Kemendagri bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.