Jakarta (ANTARA) - OPPO diam-diam telah melakukan ekspansi pemasaran salah satu ponsel mid-range-nya ke luar China dengan mendebutkan OPPO A7 Pro Max ke pasar global.
Sama seperti yang dirilis di China, ponsel pintar ini debut dengan baterai jumbo 10.000 mAh serta fitur unik bernama "Breathing Light".
Mengutip laporan Gizmochina, Senin (21/9) waktu setempat, ponsel ini menandai debut globalnya di tiga pasar yakni Austria, Malaysia, dan Thailand.
Jika pengguna mencari ponsel dengan baterai yang tahan lama, maka OPPO A7 Pro Max bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.
Fitur utama yang paling menonjol secara jelas adalah baterai dari OPPO A7 Pro Max yang menawarkan kapasitas super besar 10.000mAh.
Kapasitas tersebut termasuk yang terbesar dan bisa ditemukan di pasar ponsel pintar saat ini.
Baterai ini juga mendukung pengisian daya cepat menggunakan kabel 80W dengan klaim pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 90 menit dalam kondisi ideal.
Tersedia juga fitur reverse charging 27W, yang berarti pengguna dapat menggunakannya untuk mengisi daya perangkat lain jika diperlukan.
OPPO menggunakan teknologi baterai silikon-karbon yang seharusnya lebih tahan lama dan mempertahankan lebih banyak kapasitasnya setelah banyak siklus pengisian daya.
Selebihnya, ponsel ini menawarkan spesifikasi kelas menengah yang solid. Dari sisi layar, OPPO membekali ponsel ini dengan panel layar AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 2.772 × 1.272 piksel, refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak hingga 1.800 nits.
Di balik bodinya, ponsel ini dibekali dengan Snapdragon 4 Gen 5 (4nm) serta memori RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 3.1.
Kameranya terbilang sederhana dengan sensor utama 50MP dilengkapi OIS, sensor sekunder mono 2MP di bagian belakang, dan kamera selfie 50MP.
Terdapat dukungan perekaman video maksimal 1080p/30fps baik di depan maupun belakang.
Meskipun spesifikasi kameranya tidak terlalu istimewa, OPPO memboyong desain kamera yang mirip dengan Xiaomi Mix Fold 4 dan terdapat fitur unik "Breathing Light" multi-warna membuat tampilan ponsel ini menonjol.
Ponsel ini memiliki peringkat ketahanan air dan debu dengan rating IP69K, sensor sidik jari optik di dalam layar, dan NFC.
Untuk sistem operasinya, ponsel ini menjalankan ColorOS 16 berbasis Android 16. Meskipun memiliki baterai besar, bobot ponsel ini tidaklah berat kira-kira berdimensi 163 × 78 × 8,6 mm dan beratnya sekitar 224 gram.
Dalam hal harga, ponsel ini ditawarkan di Austria seharga 599 Euro (sekitar Rp12,2 jutaan) untuk RAM/ROM 6GB/256GB.
Sementara di pasar Malaysia dan Thailand ponsel ini ditawarkan dalam versi 8GB/256GB dengan harga 2.299 Ringgit (sekitar Rp10 jutaan) dan 19.999 Bath (sekitar Rp10,7 jutaan).
Terdapat dua pilihan warna yang ditawarkan yaitu Surfing Blue dan Lunar Black.
Pewarta: Livia Kristianti
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.