Operasi SAR gabungan jurnalis hilang di Selat Sunda dihentikan
Kamis, 17 September 2026 19:42 WIB
Gubernur Banten Andra Soni (tengah) didampingi Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad (kiri) dan Komandan Lanal (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani (kanan) memberikan keterangan terkait operasi SAR pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda setelah berlangsung selama 10 hari. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Jakarta (ANTARA) - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.
Penutupan operasi SAR gabungan tersebut diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang.
"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata dia.
Andra memaparkan bahwa sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Termasuk operasi hari ini, dimana tim SAR gabungan tidak berhasil menemukan objek yang dicari walaupun 523 personel SAR gabungan dilibatkan untuk penyisiran di darat, laut bahkan udara dengan luas jangkauan mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.
Sebelumnya memang tim SAR menemukan material sebanyak 13 objek terapung di laut selama operasi berlangsung. Namun lagi, kata dia, setelah diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten dan dipastikan seluruhnya tidak terhubung dengan fisik maupun kelengkapan KM Arupadatu I.
Kendati demikian, pemerintah daerah beserta Basarnas memastikan operasi pencarian dan evakuasi dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila ditemukan petunjuk baru atau laporan terkonfirmasi dari masyarakat.
Gubernur Banten turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim SAR gabungan serta insan pers yang terus mengawal pemberitaan dan pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut.
"Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terimakasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini," kata dia, sekaligus menutup konferensi pers.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026