ILUSTRASI. OCBC NISP (Dok/OCBC NISP)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) terus memperluas akses layanan wealth management agar tidak hanya menjadi layanan eksklusif bagi nasabah dengan aset besar. Bank mendorong semakin banyak nasabah ritel untuk mulai merencanakan keuangan dan membangun aset sejak dini melalui berbagai fitur digital.
Personal Banking Segment Head OCBC Lauda Muliana mengatakan, wealth management selama ini masih kerap dipandang sebagai layanan yang hanya diperuntukkan bagi nasabah kaya dengan aset hingga miliaran rupiah.
Untuk mengubah persepsi tersebut, OCBC menghadirkan layanan wealth management yang lebih inklusif bagi nasabah ritel melalui sejumlah fitur di aplikasi OCBC Mobile, yakni For Your Investment (FYI), Financial Fitness Check Up (FFCU), serta Life Goals untuk membantu nasabah menyusun perencanaan target masa depan.
Fitur FFCU membantu nasabah memahami kondisi fondasi keuangan dasar, kebiasaan finansial, tingkat keamanan finansial, hingga kesiapan dalam mengembangkan aset menuju financial freedom.
Setelah fondasi keuangan dinilai aman, nasabah dapat menggunakan fitur Life Goals untuk menetapkan berbagai tujuan finansial yang ingin dicapai sehingga perencanaannya menjadi lebih terarah.
Baca Juga: Trade Finance Positif, Kredit Impor CIMB Niaga Melonjak 39% hingga Juni 2026
Sementara itu, fitur FYI menyediakan berbagai pilihan instrumen investasi yang telah dikurasi berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan nasabah. Fitur tersebut juga memberikan rekomendasi produk yang sedang banyak dibeli serta produk dengan return terbaik.
Lauda mengatakan, pilihan instrumen investasi melalui FYI cukup fleksibel dan tersedia dengan nilai investasi yang terjangkau. Produk yang tersedia antara lain tabungan emas, obligasi, reksadana pasar uang, hingga reksadana saham yang dapat dibeli mulai dari Rp 10.000.
Saat ini, nasabah OCBC masih banyak memiliki profil risiko konservatif dan moderat. Namun, menurut Lauda, kemudahan memperoleh informasi mengenai investasi mulai mendorong perubahan profil risiko sebagian nasabah menjadi lebih agresif sehingga memiliki peluang memperoleh return yang lebih tinggi.
Menurut dia, nasabah tidak perlu menunggu hingga memiliki aset dalam jumlah besar untuk memulai perjalanan wealth accumulation atau akumulasi kekayaan. Proses tersebut justru dapat dimulai sejak dini dengan memanfaatkan berbagai fitur yang membantu nasabah memahami kondisi keuangan dan investasi.
Kemudahan akses terhadap berbagai produk keuangan juga membuat investasi semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Namun, tingginya minat berinvestasi belum tentu selalu dibarengi dengan strategi pengelolaan keuangan dan investasi yang matang.
Karena itu, OCBC berupaya mengembangkan layanan wealth management yang tidak hanya menyediakan pilihan produk investasi, tetapi juga membantu nasabah mengenali kesehatan finansial, memahami tujuan keuangan, serta menentukan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan.
“Dengan begitu, nasabah dapat berinvestasi mandiri dengan lebih matang dan well-informed,” ujar Lauda di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
OCBC Genjot Bisnis Wealth Management
Langkah OCBC memperluas layanan wealth management menjadi bagian dari upaya bank untuk semakin mengembangkan bisnis pengelolaan kekayaan. Bank juga sebelumnya telah mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis retail banking serta wealth management HSBC Indonesia.
Dari aksi tersebut, total aset kelolaan atau asset under management (AUM) yang diakuisisi OCBC dari HSBC Indonesia mencapai Rp 89,8 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag