asiawebawards.com
  • 2026-08-17 10:10:26 +0000 UTC

    Aug 17, 2026

    NU Peduli Surakarta sulap sampah coffee shop jadi gerakan ekonomi sirkular

    NU Peduli Surakarta sulap sampah coffee shop jadi gerakan ekonomi sirkular

    Senin, 17 Agustus 2026 17:10 WIB

    Image Print

    Peluncuran NU Peduli di Solo, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026). ANTARA/Aris Wasita

    Solo (ANTARA) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta meluncurkan program berbasis lingkungan hidup bertajuk NU Peduli.

    Gerakan ini mengusung konsep ekonomi sirkular melalui sedekah sampah yang menyasar kafe dan coffee shop di wilayah Surakarta.

    Peluncuran program yang bertepatan dengan momentum peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia tersebut digagas oleh kolaborasi tiga lembaga PCNU Surakarta, yakni Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Lazisnu, dan Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPNU).

    Ketua PC GP Ansor Kota Surakarta Dwi Wisnu Wardana mengatakan telah PCNU Surakarta telah membentuk armada khusus bernama Laskar Sapu Jagat yang diisi oleh personel Banser Kota Surakarta untuk menjemput dan mengelola sampah dari para mitra.

    “Laskar ini bertugas membangun kemitraan dengan coffee shop. Saat ini sudah ada sekitar 10 coffee shopyang terdata sebagai mitra awal. Kami ingin menunjukkan aksi nyata rasa memiliki kota berseri lewat gerakan sedekah ini," ujar Wisnu usai Upacara HUT ke-81 RI di Kantor PCNU Surakarta, Senin.

    Sementara itu, Ketua Lazisnu Kota Surakarta Ilham Nuha Perkasa menjelaskan gerakan ini bernaung di bawah wadah SALA (Sustainable Living Alliance). Program ini bertujuan mengedukasi generasi muda serta pengunjung kafe agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

    “Kami tidak menarik retribusi, melainkan menerima sedekah sampah dari pemilik kafe. Hasil pengolahan sampah organik maupun anorganik ini nantinya dialokasikan untuk kegiatan lingkungan hidup seperti penanaman pohon, hingga program sosial seperti bantuan biaya pendidikan,” kata Ilham.

    Sekretaris PCNU Kota Surakarta Ahmad Faruq menambahkan penentuan coffee shop sebagai titik awal gerakan didasari oleh tingginya minat anak muda yang menghabiskan waktu di tempat tersebut.

    “Ini merupakan gerakan muda NU. Coffee shop saat ini sangat digandrungi anak-anak muda, sehingga menjadi segmentasi utama kami. Tidak menutup kemungkinan ke depan gerakan ini akan diperluas ke sektor lain,” tutur Faruq.

    Sebagai langkah awal, NU Peduli mengoperasikan satu unit armada pengangkut dengan didukung sepuluh personel Laskar Sapu Jagat. Selain aksi pemilahan dan pengolahan sampah di lapangan, program ini juga akan diperkuat dengan kampanye dan edukasi digital secara berkelanjutan.

    Pewarta: Aris Wasita
    Editor: Edhy Susilo
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-17 10:10:26 +0000 UTC