NTP Gabungan di Kalteng alami kenaikan selama Juli 2026
NTP Gabungan di Kalteng alami kenaikan selama Juli 2026
Selasa, 4 Agustus 2026 16:57 WIB
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga. ANTARA/HO-BPS Kalteng.
Palangka Raya (ANTARA) - Berdasarkan hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah terhadap harga-harga di daerah pedesaan di provinsi ini, nilai tukar petani (NTP) gabungan di provinsi ini pada Juli 2026 tercatat 136,95, atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026 berkisar 136,74.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga di Palangka Raya, kemarin, mengatakan peningkatan NTP pada Juli 2026 terjadi karena indeks harga diterima petani mengalami peningkatan (0,63 persen), lebih tinggi dari indeks harga dibayar petani yang juga mengalami peningkatan 0,47 persen.
"Peningkatan NTP gabungan pada Juli 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan sebesar 2,56 persen dan Peternakan 1,15 persen," ucapnya.
Sementara untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP), Pada Juli 2026 di provinsi ini tidak mengalami perubahan jika dibanding Juni 2026, yaitu 140,94. NTUP yang stabil ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami peningkatan (0,63 persen), sama besar dengan peningkatan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).
Toto Silitonga mengatakan, indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani merupakan salah satu komponen yang menggambarkan nilai dibayar oleh petani. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, IKRT petani Kalteng pada Juli 2026 mengalami peningkatan 0,42 persen dari 136,49 menjadi 137,07.
Menurut tahun kalender, IKRT mengalami peningkatan 4,20 persen. Peningkatan ini didominasi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 7,49 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 4,37 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan
minuman/restoran 3,04 persen.
"Secara tahun ke tahun, IKRT petani di Kalteng meningkat 6,17 persen. Kenaikan ini didorong kenaikan indeks harga pada beberapa kelompok, yakni kelompok transportasi 10,65 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 7,17 persen, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau 6,51 persen," tandas Toto Silitonga.
Baca juga: Jadi responden, Bupati Kotim ajak sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Baca juga: Pemkab Kapuas dan BPS perkuat sinergi sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Baca juga: BPS Gunung Mas matangkan kesiapan petugas SE-2026
Baca juga: BPS Palangka Raya Turunkan 220 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.