asiawebawards.com
  • 2026-08-04 09:56:32 +0000 UTC

    Aug 04, 2026

    Nilai tukar petani Kalbar naik pada Juli tahun 2026 - ANTARA News Kalimantan Barat

    Pontianak, Kalbar (ANTARA) - Nilai tukar petani (NTP) Kalimantan Barat pada Juli 2026 meningkat menjadi 177,56 atau naik 0,39 persen dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 176,87, mencerminkan daya beli petani yang tetap terjaga.

    Ketua Tim Kerja Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat Sri Suyatmi mengatakan kenaikan NTP dipengaruhi meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,65 persen, lebih tinggi dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,26 persen.

    "NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani dan menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan," katanya di Pontianak, Senin.

    Berdasarkan hasil pemantauan harga di 12 kabupaten, kenaikan NTP didorong meningkatnya kinerja subsektor tanaman pangan sebesar 0,39 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,74 persen.

    Sebaliknya, tiga subsektor mengalami penurunan, yakni hortikultura sebesar 9,08 persen, peternakan 0,33 persen, dan perikanan 0,24 persen.

    Sri Suyatmi menjelaskan Indeks Harga yang Diterima Petani pada Juli naik dari 225,61 menjadi 227,07. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi naiknya harga komoditas karet, kelapa sawit, lada, gabah, dan jagung.

    Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Kalimantan Barat juga mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen menjadi 182,08 dibandingkan bulan sebelumnya, yang menunjukkan membaiknya kemampuan usaha pertanian dalam menutup biaya produksi.

    Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Kalimantan Barat pada Juli 2026 tercatat naik 0,27 persen akibat meningkatnya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran rumah tangga.

    Secara nasional, NTP Juli 2026 mencapai 127,84 atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni. Seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mencatat kenaikan NTP, dengan Kalimantan Timur menjadi yang tertinggi sebesar 1,99 persen, sedangkan Kalimantan Utara naik 0,15 persen.

    Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan NTP nasional ditopang membaiknya kinerja subsektor tanaman perkebunan rakyat yang tumbuh 1,67 persen dan tanaman pangan sebesar 1,32 persen.

    Menurut BPS, kenaikan NTP Kalimantan Barat menunjukkan kondisi ekonomi petani relatif membaik karena peningkatan harga hasil pertanian masih mampu mengimbangi kenaikan biaya yang harus dikeluarkan petani dalam menjalankan usaha tani.

    Pewarta: Rendra Oxtora
    Editor : Andilala

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-04 09:56:32 +0000 UTC