Ni Luh Djelantik Murka Event Lari WNA di Canggu Bali Diskriminasi WNI
Bali, CNN Indonesia --
Sebuah event lari di kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali diduga mendiskriminasi warga negara Indonesia (WNI) karena digelar khusus untuk diikuti warga negara asing (WNA)
Dugaan diskriminasi mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang menunjukkan calon peserta diseleksi berdasarkan kewarganegaraan. Dalam tangkapan layar yang beredar, seseorang yang mengaku warga Indonesia ditolak dengan alasan tidak dapat diberikan akses ke komunitas tersebut.
Sementara, dalam salah satu tangkapan layar lain yang beredar di Instagram, seseorang yang mengaku warga Jerman pengajuannya malah diterima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Postingan tersebut memicu protes dan pertanyaan warganet soal dugaan pembatasan peserta berdasarkan kewarganegaraan.
Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik melayangkan protes keras atas dugaan diskriminasi tersebut. Dia meminta Imigrasi Bali, Ngurah Rai, dan Polda Bali turun tangan.
Ni Luh mengaku telah melayangkan laporan kepada Imigrasi dan Polda Bali atas dugaan diskriminasi yang dilakukan para WNA dalam event tersebut. Dia juga meminta aparat kepolisian mendalami dugaan kegiatan itu yang tak berizin.
"Dan kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami," ujar Ni Luh lewat akun instagramnya.
Selain soal diskriminasi, publik juga menyoroti aspek perizinan acara. Sebab, kegiatan itu menggunakan jalan dan ruang publik.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, pihaknya belum pernah dihubungi oleh penyelenggara dalam kegiatan tersebut.
"Yang pasti berkenaan dengan peraturan daerah (Perda) dan peraturan bupati (Perbup) yang kita pedomani masih kita konsultasikan dengan bagian hukum," kata dia, saat dikonfirmasi Jumat (24/7).
"Yang pasti pemanfaatan jalan umum untuk kegiatan yang mengganggu aktivitas pengguna lainnya harus mendapat rekomendasi atau atensi instansi atau aparat yang menanganinya," imbuhnya.
Suryanegara menambahkan pihaknya hingga kini masih berkoordinasi terkait aspek aturan yang mengatur kegiatan tersebut.
"Untuk hal ini masih kita komunikasikan atau koordinasikan. Artinya dari kami Satpol PP sampai saat ini belum pernah dihubungi apalagi memberi rekomendasi," ujarnya.
(thr/kdf/gil)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]