Natuna perkuat kesiapsiagaan hadapi karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 11:12 WIB

Image Print

Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Jumat (28/8/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memperkuat kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Niño.

Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko di Natuna, Jumat, mengatakan Pemerintah Kabupaten Natuna bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menggelar rapat koordinasi sebagai langkah menyikapi potensi dan kejadian Karhutla yang menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) serta kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Natuna menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Pantai Piwang, Natuna, Jumat pagi bersama para pemangku kepentingan dan menggelar peralatan yang ada.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan mengingat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Natuna pada Agustus 2026 telah mencapai puluhan hektare dan diperkirakan masih berpotensi meluas.

Kondisi itu dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan di Natuna rendah sehingga vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.

"Hari ini kita melaksanakan Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan sebagai langkah nyata menghadapi potensi Karhutla akibat fenomena El Nino tahun 2026," ucapnya.

Menurut dia, apel dan gelar peralatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan seluruh personel, sarana, prasarana, dan peralatan penanggulangan karhutla dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), KPHP/Manggala Agni, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA), memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Boy menjelaskan, patroli dan pemantauan titik panas, terutama di wilayah yang memiliki potensi karhutla akan ditingkatkan. Selain itu, setiap informasi dari desa dan kecamatan, juga akan diperkuat.

"Pengawasan dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, dan terhadap pelanggaran, saya minta ditindak secara tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.