Nabire subsidi pangan melalui GPM untuk tekan harga pasar - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, memberikan subsidi sejumlah bahan pangan strategis melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan harga pasar agar lebih terjangkau dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire Yasor Viktor Sawo di Nabire, Rabu mengatakan GPM melibatkan sekitar 11 distributor pangan, Perum Bulog serta empat kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan.
“Melalui GPM ini kita berikan subsidi terhadap bahan pangan strategis yang mengalami kenaikan harga di pasaran. Salah satunya beras premium yang di pasar dijual sekitar Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, kita beri subsidi Rp2.000 per kilogram sehingga harga beras hanya Rp16.000 di GPM ini,” katanya.
Ia menjelaskan, subsidi tersebut menggunakan dukungan anggaran dana bagi hasil (DBH) yang dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire.
Subsidi yang bersumber DBH tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Selain menjaga keterjangkauan pangan, Dinas Ketahanan Pangan Nabire juga berupaya memperluas jangkauan pelayanan GPM hingga ke distrik dan kampung, termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Ia mengatakan pemerintah daerah melalui perubahan anggaran tahun 2026 menyiapkan kendaraan operasional khusus GPM yang ditargetkan mulai digunakan bulan depan.
"Dengan kendaraan operasional ini, kami berharap pelayanan Dinas Ketahanan Pangan bisa terjangkau sampai ke pelosok. Dengan demikian, kita juga menjaga keamanan pangan bahkan ketersediaan pangan di Kabupaten Nabire," katanya.
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan potensi pangan lokal di wilayahnya cukup besar sehingga perlu dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
"Nabire punya potensi laut, kepulauan, perkotaan dan pegunungan yang sangat luar biasa. Kita wajib menerjemahkan arahan Presiden agar tidak bergantung pada barang dari luar, tetapi mampu hidup dengan produksi atau produk lokal," katanya.
Ia menyebut, sejumlah komoditas lokal seperti sagu, ubi dan singkong perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurut dia, penguatan pangan lokal penting agar masyarakat memiliki sumber pangan yang dapat diandalkan, termasuk ketika terjadi kondisi darurat yang mengganggu distribusi bahan pangan dari luar daerah.
Mesak juga mengapresiasi keterlibatan distributor dalam pelaksanaan GPM dan meminta pelaku usaha ikut menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
"Saya berharap kepada rekan-rekan distributor yang ada di sini, mari kita sama-sama bermain sehat, tidak perlu menjual barang mahal-mahal," ujarnya.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.