Muzani sebut progam Kopdes Prabowo berangkat dari pemikiran Bung Hatta
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut program Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto berangkat dari pemikiran wakil presiden pertama yang juga Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta.
“Saya kira iya betul. Artinya, Pak Prabowo banyak menggeluti ini dari pemikiran Bung Hatta dan buku-buku Bung Hatta, mendalami tentang hal itu,” kata dia usai ziarah makam Bung Hatta di Tanah Kusir, Jakarta, Jumat.
Bung Hatta dikenal akan pemikiran ekonominya yang disusun atas asas kekeluargaan. Muzani menyebut sang proklamator kukuh memperjuangkan nilai-nilai ekonomi tersebut selama masa hidupnya.
“Bung Hatta memperjuangkan itu sebagai sebuah cara bagaimana ekonomi bersama Indonesia, demokrasi ekonomi bisa berjalan, dan akhirnya kita mengambil jalan koperasi,” ucapnya.
Meski Bung Hatta telah tiada, Muzani menegaskan pandangan dan pemikirannya tetap relevan hingga saat ini. Tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga penyelenggaraan pemerintahan.
“Inilah yang kemudian kami menganggap perlu untuk berziarah sebagai bentuk penghormatan generasi kemudian kepada generasi terdahulu, sebagai bentuk rasa syukur kami atas anugerah yang diberikan oleh Allah kepada para pemimpin-pemimpin kita pada masa lalu yang luar biasa ini,” tuturnya.
Adapun jajaran pimpinan MPR ziarah ke makam Bung Hatta dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 RI. Ziarah, ucap Muzani, merupakan bagian dari penghormatan terhadap pendiri bangsa.
Ziarah juga telah dilakukan ke makam presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi tradisi yang akan dirutinkan MPR setiap menjelang peringatan kemerdekaan.
“Kami meyakini bahwa Bung Karno dan Bung Hatta adalah dua proklamator yang sejak awal menginspirasi seluruh perjuangan rakyat dan bangsa Indonesia,” katanya.
Baca juga: MPR ungkap Sidang Tahunan digelar 14 Agustus dan dimulai lebih pagi
Baca juga: Ketua MPR tegaskan PPHN tak atur teknis pemilu
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.