Munjirin minta aset SDA bekas TPS liar di Kramat Jati dimanfaatkan
Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar di Jalan Penggilingan Baru I, RW 03, Dukuh, Kramat Jati.
"Lahan itu memang aset yang saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas SDA, tertulis asetnya di Dinas SDA," kata Munjirin di Taman Cempaka, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.
Koordinasi tersebut dilakukan pascakebakaran yang terjadi pada Sabtu (1/8) lalu. Munjirin menilai, aset pemerintah yang belum dimanfaatkan dan digunakan untuk aktivitas pembuangan sampah itu dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, kata Munjirin, lahan di lokasi itu tercatat sebagai aset Dinas SDA.
"Dan setelah ini saya sudah bermohon kepada kepala dinas agar aset tersebut segera untuk dimanfaatkan dan nanti tidak dipergunakan seperti kemarin-kemarin yang akhirnya membahayakan kalau terjadi kebakaran, membahayakan masyarakat sekitar," jelasnya.
Selain itu, dia juga mewanti-wanti apabila penumpukan sampah kembali terjadi hingga memicu kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan serta keselamatan warga sekitar.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyangkut bagaimana aset pemerintah dikelola dan dijaga.
Baca juga: Kelurahan Dukuh Jaktim perketat pengawasan TPS liar pascakebakaran
Munjirin mengaku dirinya sudah berulang kali mengingatkan seluruh unit kerja perangkat daerah (UKPD) yang memiliki aset agar melakukan pengawasan terhadap aset masing-masing.
"Ya kami sudah tekankan kemarin untuk yang kesekian kalinya berulang-ulang dalam apel Senin pagi agar semua UKPD yang mempunyai aset dan aset itu belum termanfaatkan dengan baik agar dijaga, kemudian diinventarisir, dan dimaksimalkan untuk penggunanya," ucapnya.
Aset pemerintah yang belum dapat dimanfaatkan setidaknya harus berada dalam kondisi terjaga. "Seumpamanya belum, yang penting dijaga dulu jangan sampai membahayakan masyarakat sekitar," ujarnya..
Sebelumnya diberitakan, kebakaran TPS di lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi itu bermula pada Sabtu (1/8) pagi.
Api diduga bersumber dari anak-anak yang bermain api di area tumpukan sampah. Api tersebut kemudian membesar akibat hembusan angin kencang.
Pada Minggu (2/8) siang, petugas gabungan masih terus melakukan pendinginan dan penguraian material sampah untuk memastikan seluruh titik api dan asap benar-benar padam.
Seorang petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur bernama Andriyono dinyatakan meninggal dunia saat memadamkan kebakaran lahan kosong yang dipenuhi sampah.
Baca juga: Pemkot Jaktim tuntaskan tumpukan 45 ton sampah di Cakung Barat
Baca juga: Pemkot Jaktim tangani timbulan sampah hingga 700 ton lebih
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.