Jakarta (ANTARA) - Pelatih Isenmulang FC Mundari Karya meminta tim asuhannya tak memandang sebelah mata PSIM Yogyakarta ketika kedua tim bertemu pada pekan ketujuh BRI Super Leageu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu.
Dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu, Mundari mengingatkan anak asuhnya agar tidak jemawa meski calon lawan tengah limbung usai ditinggal pelatih kepala dan kehilangan gelandang kreatif Ze Valente akibat kartu merah.
Mundari meyakini PSIM Yogyakarta tentu ingin bangkit dari keterpurukan setelah belum bisa mengemas kemenangan dari enam pertandingan yang sudah dilalui.
"Yang harus menjadi perhatian kita adalah motivasi PSIM. Ditinggal pelatih dan kehilangan pemain kunci seperti Ze Valente bisa berbalik menjadi motivasi berlipat buat mereka. Ini yang harus kita antisipasi, anak-anak harus tetap fokus penuh," ungkap Mundari.
Mengenai persiapan Isenmulang FC jelang laga menghadapi PSIM Yogyakarta, Mundari memastikan kondisi pemain sangat bagus dan suasana tim juga sangat baik serta kepercayaan diri yang meningkat karena dua hasil sebelumnya.
Mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu menambahkan bahwa masa persiapan selama dua hari terakhir difokuskan untuk memantau gaya permainan lawan serta memantapkan taktik agar mampu mengamankan poin penuh.
Ia mengatakan modal kemenangan 1-0 atas Persijap dan hasil imbang 1-1 kontra Java United FC dinilai menjadi bekal berharga untuk mengangkat posisi Laskar Tambun Bungai di papan klasemen.
"Tim ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kebersamaan dan motivasi bertanding. Saya berharap di pertandingan besok anak-anak bisa mengulangi performa impresif seperti dua laga terakhir dan menjalankan rencana strategi dengan lancar," tambah Mundari.
Saat ini Isenmulang FC berada di peringkat ke-16 klasemen sementara Super League dengan dua poin dari enam pertandingan, hanya unggul satu poin dari PSIM Yogyakarta di posisi 17.
Pewarta: Aldi Sultan
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.