Mujahidien Cup III Gunakan Format Baru dan Layanan Cek Kesehatan Jadi Pembeda
Ketua Panitia Pelaksana Lomba Tenis Meja SSC - Al Mujahidien Cup ke 3, Taufik, mengatakan perubahan format tersebut menjadi salah satu inovasi yang dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini.
"Yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, kami mempertandingkan peserta dengan sistem grup. Masing-masing grup terdiri dari lima orang untuk dua ganda dan satu single," ujar Taufik.
Perubahan format tersebut juga diikuti peningkatan jumlah peserta. Sebanyak 60 DKM dari wilayah Bekasi Raya ambil bagian dengan total sekitar 360 pemain yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
"Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pesertanya mencapai 360 orang yang berasal dari 60 DKM se-Bekasi Raya," kata Taufik.
Selain kompetisi olahraga, panitia turut memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan peserta. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Nusantara, penyelenggara menyediakan pemeriksaan kesehatan sebelum pertandingan, seperti pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan umum.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi peserta sebelum bertanding, mengingat olahraga tenis meja tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima.
"Kami bekerja sama dengan rumah sakit. Sebelum pertandingan dimulai, kami mengecek kesehatan setiap peserta, terutama tensi darah dan pemeriksaan lainnya. Kami ingin memastikan kondisi peserta agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Taufik.
Turnamen ini juga mendapat perhatian dengan hadirnya atlet tenis meja nasional. Kehadiran atlet tersebut diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik, tetapi juga memberikan pengalaman dan motivasi bagi para peserta yang mayoritas merupakan pemain lokal.
Menurut Taufik, para peserta dapat memperoleh tambahan wawasan mengenai teknik dan semangat berkompetisi melalui kehadiran atlet nasional tersebut.
"Dengan hadirnya atlet nasional, kami berharap mereka bisa menularkan semangat juang dan prestasi serta berbagi pengalaman dalam permainan tenis meja. Peserta juga bisa melihat teknik-teknik yang diberikan selama pertandingan," ujarnya.
Di luar pertandingan, kegiatan tersebut turut dikemas sebagai ruang silaturahmi antarjemaah dan pengurus masjid di wilayah Bekasi. Panitia juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan serta melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui area bazar.
Dari sisi peserta, DKM Baitul Rahman Rawa Lumbu menjadi juara pada edisi ketiga. Asrien, salah satu pemain dari tim tersebut, mengatakan keberhasilan itu terasa spesial karena timnya sudah mengikuti turnamen sejak edisi pertama.
"Ini event ketiga dan kami selalu ikut dari pertama dan kedua. Kali ini kami berhasil meraih gelar juara setelah belum mendapatkannya pada edisi sebelumnya," kata Asrien.
Asrien juga menilai penyelenggaraan tahun ini mengalami perkembangan dibandingkan dua edisi sebelumnya. Ia berharap turnamen tersebut dapat terus melakukan inovasi, termasuk dalam menentukan komposisi nomor pertandingan.
"Untuk penyelenggaraan tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Semoga event ini terus lebih baik," ujarnya.
Ke depan, panitia berharap Mujahidien Cup dapat kembali digelar pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mempertahankan ajang silaturahmi antar-DKM, turnamen ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk menjaring lebih banyak pemain potensial dari wilayah Bekasi Raya.
"Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali kami selenggarakan bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI ke-82. Mudah-mudahan juga bisa lebih banyak menjaring atlet daerah di Bekasi Raya untuk ikut serta," tutur Taufik.