MUI Sulteng ajak semua pihak bijak tanggapi kasus guru honorer pria berdandan perempuan

Rabu, 16 September 2026 19:47 WIB

Image Print

Arsip- Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, Sofyan Bachmid. ANTARA/Muhammad Hajiji

Palu (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak semua pihak bijaksana menanggapi kasus pemberhentian guru honorer di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang berdandan menyerupai perempuan saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Kami menyarankan semua pihak menahan diri, tidak sekadar melihat persoalan dari permukaan saja. Perlu pendalaman apa motivasi yang bersangkutan meniru penampilan wanita," kata Sekretaris MUI Sulawesi Tengah Sofyan Bachmid dihubungi di Palu, Rabu.

Menurut MUI perilaku guru honorer itu menyerupai perempuan tidak dapat dijadikan contoh di sekolah, karena seorang guru sejati-nya sebagai panutan di lingkungan pendidikan.

Menurut pandangan MUI, mengeluarkan suatu fatwa harus dilakukan melalui tahapan kajian, perumusan masalah lewat peninjauan fakta yang nyata terjadi di lapangan, lalu menelaah dalil-dalil serta meminta pendapat para ulama secara kolektif sebelum menetapkan suatu keputusan.

"Kami belum melakukan tabayyun mendengarkan penjelasan yang bersangkutan dan apa dasar pemerintah setempat mengambil keputusan itu. Apakah ada bukti perlakuan tidak senonoh kepada siswanya, kalau tidak ada bukti maka tidak memenuhi unsur untuk mengeluarkan fatwa," ujarnya.

Dalam konteks hukum syar'i, kata dia, melarang laki-laki menyerupai perempuan, begitu pun sebaliknya melarang perempuan menyerupai laki-laki.

Tetapi dalam menerapkan hukum tersebut perlu dilakukan tabayyun memberikan ruang kepada orang menyampaikan klarifikasi, lalu mendengar penjelasan para ahli untuk meyakinkan keputusan yang diambil benar atau keliru.

"Orang yang menyerupai perempuan atau sebaliknya sebetulnya dia sedang sakit. Kalau orang sakit harus diobati dengan cara memberikan jalan, memberikan motivasi dan pengajaran supaya sembuh dari penyakitnya," ucap Sofyan yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Sebelumnya guru SD Negeri 1 Ogotua di Kabupaten Tolitoli bernama Mohammad Yasin viral lantaran cara penampilannya berdandan menyerupai perempuan.

Pihak sekolah mengambil keputusan pemberhentian guru honorer tersebut berdasarkan hasil evaluasi internal dan pertimbangan norma serta etika di sekolah.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026