Mudah Dibuat di Rumah, 7 Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
Daftar Isi
Jakarta -
Menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga minuman sehari-hari. Beberapa minuman diketahui dapat membantu meningkatkan metabolisme, memperpanjang rasa kenyang, hingga mendukung pembakaran lemak jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan olahraga. Kabar baiknya, sebagian besar minuman tersebut bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang mudah ditemukan.
Minuman seperti teh hijau, teh hitam, hingga teh jahe diketahui dapat meningkatkan metabolisme, memberikan rasa kenyang lebih lama, atau membantu mengurangi nafsu makan. Efek tersebut berpotensi mendukung upaya menurunkan berat badan.
Berikut sejumlah minuman yang bisa membantu menurunkan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Teh hijau
Teh hijau dikenal sebagai salah satu minuman yang paling sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan berat badan.
Selain kaya antioksidan, teh hijau mengandung senyawa katekin yang dapat meningkatkan pembakaran lemak dan metabolisme tubuh.
Dikutip dari Healthline, sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh. Dalam tinjauan terhadap 14 studi, orang yang mengonsumsi ekstrak teh hijau berkadar katekin tinggi selama 12 minggu kehilangan berat badan sekitar 0,2 hingga 3,5 kilogram lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Dikutip dari Verywell Health, Ahli gizi Ali McGowan, M S., RD, LDN, menjelaskan bahwa teh hijau mengandung senyawa katekin yang diduga dapat membantu meningkatkan cara tubuh menggunakan energi.
"Katekin diperkirakan dapat memengaruhi metabolisme lemak sehingga berkontribusi terhadap penurunan berat badan," ujarnya.
Jenis teh hijau matcha bahkan mengandung katekin lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Dalam sebuah penelitian, perempuan yang mengonsumsi 3 gram matcha per hari mengalami pembakaran lemak yang lebih besar saat berolahraga dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Selain itu, kandungan kafein pada teh hijau juga dapat membantu meningkatkan energi dan performa saat berolahraga.
2. Teh hitam
Teh hitam juga mengandung senyawa yang berpotensi membantu menurunkan berat badan.
Berbeda dengan teh hijau, teh hitam mengalami proses oksidasi lebih lama sehingga memiliki warna lebih gelap dan cita rasa yang lebih kuat.
Teh ini kaya akan polifenol, terutama flavonoid, yang merupakan antioksidan kuat. Penelitian menunjukkan polifenol pada teh hitam dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan kalori, meningkatkan pemecahan lemak, serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Dalam sebuah penelitian terhadap 111 orang, konsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan dikaitkan dengan penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.
3. Teh jahe
Jahe telah lama digunakan sebagai rempah sekaligus obat tradisional untuk mengatasi mual, pilek, hingga radang sendi.
Sejumlah penelitian pada hewan maupun manusia menunjukkan jahe juga berpotensi membantu menurunkan berat badan.
Dalam penelitian terhadap pria dengan kelebihan berat badan, konsumsi 2 gram bubuk jahe yang diseduh dengan air panas saat sarapan membuat mereka merasa kenyang lebih lama dan lebih sedikit merasa lapar dibandingkan saat tidak mengonsumsinya.
Selain itu, teh jahe juga meningkatkan efek termik makanan, yaitu jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan, sekitar 43 kalori. Meski tidak besar, efek ini dinilai dapat mendukung penurunan berat badan jika dipadukan dengan pola makan sehat.
4. Kopi
Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi untuk meningkatkan energi dan membantu seseorang tetap waspada. Manfaat ini berasal dari kandungan kafein, yaitu zat yang bekerja sebagai stimulan pada tubuh.
Selain meningkatkan energi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam kopi juga dapat membantu mendukung penurunan berat badan. Kafein diketahui dapat mengurangi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak energi.
Dalam sebuah penelitian terhadap 33 orang dewasa dengan kelebihan berat badan, mereka yang mengonsumsi kopi dengan kandungan 6 mg kafein per kilogram berat badan mengonsumsi kalori secara signifikan lebih sedikit dibandingkan kelompok yang mengonsumsi kafein dalam jumlah lebih rendah atau tidak mengonsumsi kafein sama sekali.
Sejumlah penelitian lain juga menemukan bahwa asupan kafein dapat meningkatkan metabolisme dan membantu meningkatkan pembakaran lemak.
Tak hanya itu, peminum kopi juga dinilai lebih mudah mempertahankan berat badan setelah berhasil menurunkannya. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 2.600 orang menemukan bahwa mereka yang berhasil menjaga penurunan berat badan dalam jangka panjang cenderung mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein dibandingkan kelompok pembanding.
Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tanpa terlalu banyak tambahan gula atau pemanis, kopi dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan," ujar Ashley Shaw, RD, ahli gizi di Preg Appetit, dikutip dari Business Insider.
5. Cuka apel
Cuka apel mengandung asam asetat (acetic acid), yaitu senyawa yang diduga dapat membantu mendukung penurunan berat badan. Senyawa ini diperkirakan bekerja dengan membantu menurunkan kadar insulin, meningkatkan metabolisme, menekan nafsu makan, dan merangsang pembakaran lemak.
Penelitian pada hewan menunjukkan, asam asetat dapat membantu mencegah kenaikan berat badan serta mengurangi penumpukan lemak di area perut dan hati.
Meski penelitian pada manusia masih terbatas, beberapa bukti menunjukkan bahwa cuka apel berpotensi membantu menurunkan berat badan.
Dalam sebuah penelitian terhadap 144 orang dengan obesitas, konsumsi minuman yang mengandung 2 sendok makan (30 ml) cuka setiap hari dikaitkan dengan penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan lemak perut yang lebih besar dibandingkan kelompok plasebo.
Selain itu, cuka apel juga dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Efek ini berpotensi membantu mengurangi kebiasaan makan berlebihan.
Namun, perlu diingat bahwa cuka apel bersifat asam sehingga konsumsi berlebihan dapat mengikis lapisan email gigi. Oleh karena itu, cuka apel sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar dan setelahnya disarankan berkumur dengan air untuk membantu melindungi gigi.
6. Teh putih
Ahli gizi Sarah Koszyk, MA, RDN, NBC-HWC mengatakan teh putih merupakan jenis teh yang mengalami proses pengolahan paling sedikit dibandingkan jenis teh lainnya. Hal ini membuat rasanya lebih ringan dan lembut. Selain itu, minimnya proses pengolahan membantu teh putih mempertahankan kadar antioksidan antiradang yang tinggi serta kandungan epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu senyawa yang dikaitkan dengan pembakaran lemak.
"Teh putih diduga dapat membantu mempercepat pemecahan sel-sel lemak sekaligus menghambat pembentukan sel lemak baru, sehingga berpotensi memberikan manfaat dalam menurunkan berat badan," ujar Koszyk.
Salah satu penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh putih dikaitkan dengan penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan indeks massa tubuh (IMT) yang signifikan pada peserta yang juga menjalani program diet dan olahraga.
Selain itu, para peneliti menemukan minum teh putih juga dapat memberikan efek positif terhadap profil lemak darah, penanda peradangan, serta kadar hormon dan enzim dalam tubuh. Namun, manfaat tersebut diperoleh bersamaan dengan penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik, sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa teh putih saja menjadi penyebab utama penurunan berat badan.
7. Teh oolong
Dikutip dari GoodRx, teh oolong berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau, tetapi melalui proses fermentasi sebagian (semi-fermentasi). Proses ini mengurangi sebagian kandungan antioksidan di dalamnya sehingga manfaat kesehatannya, termasuk potensi membantu penurunan berat badan, kemungkinan tidak sebesar teh hijau. Meski begitu, teh oolong tetap mengandung kafein dan katekin, yaitu senyawa yang dapat memberikan sedikit dorongan pada metabolisme dan pembakaran lemak.
Dalam sebuah penelitian pada tikus yang diberi pola makan tinggi lemak, pemberian ekstrak teh oolong diketahui dapat mengurangi kenaikan berat badan. Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa teh oolong dapat menurunkan berat badan pada manusia. Hingga saat ini, penelitian pada manusia juga masih terbatas.
Salah satu penelitian kecil yang melibatkan 12 orang menemukan peserta yang mengonsumsi teh oolong membakar sekitar 3 persen lebih banyak kalori per hari dan 12 persen lebih banyak lemak dibandingkan peserta yang hanya minum air putih. Namun, penelitian tersebut tidak menilai perubahan berat badan, sehingga belum dapat dipastikan apakah efek jangka pendek tersebut benar-benar berdampak pada penurunan berat badan dalam jangka panjang.
(suc/tgm)