asiawebawards.com
  • 2026-08-02 07:27:00 +0000 UTC

    Aug 02, 2026

    MPMX Raup Laba Rp336 Miliar pada Semester I 2026, Margin Makin Tebal

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sebesar 23% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp336 miliar pada semester I 2026. Kenaikan laba tersebut diraih di tengah pendapatan yang relatif stagnan melalui peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan profitabilitas di sejumlah lini bisnis.

    Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit, pendapatan bersih MPMX pada semester I 2026 tercatat Rp7,7 triliun, turun tipis sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, Perseroan berhasil meningkatkan laba kotor sebesar 6% YoY menjadi Rp691 miliar, sementara laba usaha tumbuh 25% YoY menjadi Rp366 miliar.

    Perbaikan kinerja tersebut juga tercermin pada peningkatan margin. Margin laba kotor naik menjadi 9,0%, margin laba usaha menjadi 4,7%, dan margin laba bersih meningkat menjadi 4,4%, lebih tinggi dibandingkan semester I 2025.

    Grup Chief Financial Officer MPMX Beatrice Kartika mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan yang berfokus pada kualitas pertumbuhan melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta optimalisasi portofolio bisnis.

    “Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fokus kami untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif. Kami mampu mempertahankan kinerja pendapatan secara relatif stabil sekaligus perbaikan margin di berbagai segmen usaha, melalui disiplin dalam pengelolaan biaya, serta penguatan kualitas portofolio di berbagai lini bisnis,” ujar Beatrice.

    Segmen distribusi dan ritel masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Pada periode Januari–Juni 2026, pendapatan bersih segmen ini mencapai Rp7,3 triliun, hanya turun 0,4% YoY.

    Di bisnis distribusi melalui MPMulia, penjualan sepeda motor turun 3% YoY menjadi Rp6 triliun. Namun, pendapatan layanan purna jual meningkat 9% YoY menjadi Rp751 miliar.

    Sementara itu, bisnis ritel mencatatkan pertumbuhan dengan penjualan sepeda motor naik 6% YoY menjadi Rp1,7 triliun, sedangkan pendapatan layanan purna jual meningkat lebih dari 9% YoY menjadi Rp51 miliar.

    Meski pendapatan relatif datar, laba kotor segmen distribusi dan ritel meningkat 6% YoY menjadi Rp616 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 8,5% dari 7,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    Pada segmen asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan sebesar Rp434 miliar, turun 10% YoY, terutama akibat penurunan premi pada lini asuransi kendaraan bermotor. Namun, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13% YoY menjadi Rp357 miliar, sehingga hasil jasa asuransi meningkat 4% YoY menjadi Rp77 miliar.

    Sementara itu, hasil investasi turun 31% YoY menjadi Rp18 miliar, terutama dipengaruhi lebih rendahnya pendapatan dari instrumen saham.

    Di bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent, pendapatan bersih turun 4% YoY menjadi Rp706 miliar, dipengaruhi berkurangnya jumlah armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta penjualan mobil bekas.

    Meski demikian, laba kotor segmen ini meningkat 11% YoY menjadi Rp163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1%, didukung efektivitas pengelolaan biaya dan perbaikan komposisi bisnis.

    Rugi Segmen Pembiayaan Menyusut

    Pada segmen pembiayaan melalui JACCS MPM Finance Indonesia, pendapatan bersih tercatat Rp311 miliar, turun 43% YoY seiring penerapan strategi pembiayaan yang lebih selektif.

    Namun, langkah efisiensi berhasil menekan beban operasional hingga 45% YoY menjadi Rp275 miliar. Bersamaan dengan penurunan beban pencadangan, rugi bersih segmen berhasil ditekan 58% YoY, dari Rp97 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp41 miliar pada semester I 2026.

    Beatrice mengatakan Perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi untuk mempertahankan kinerja yang berkelanjutan.

    “Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi agar Perseroan dapat terus memberikan kinerja yang berkelanjutan.”

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    2026-08-02 07:27:00 +0000 UTC