Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 19 September 2026, 13:39 WIB

ITDC dan MGPA mengecek kesiapan Sirkuit Mandalika jelang MotoGP 2026. Civil works mencapai 90% dan homologasi FIM Grade A dijadwalkan 8 Oktober.
AKURAT.CO InJourney bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan pengecekan terhadap Pertamina Mandalika International Circuit menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Pengecekan tersebut juga dilakukan bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serta stakeholder terkait.
Pengecekan dilakukan melalui track inspection sebagai bagian dari rangkaian Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang menjadi wadah koordinasi sekaligus konsolidasi komitmen seluruh stakeholder dalam mendukung kesiapan dan kelancaran penyelenggaraan event.
Baca Juga: InJourney Airports Prediksi Lonjakan Penumpang 9,7 Persen Selama Libur Sekolah
Saat melakukan track inspection, para peserta Forum Diskusi bisa melihat langsung sejumlah pekerjaan pada lintasan dan fasilitas pendukung balap yang tengah diselesaikan menuju homologasi dan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Homologasi FIM Grade A sendiri dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menuturkan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekedar event olahraga internasional, tetapi merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.
“Ketika kita kehilangan event berskala global, kita berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia. Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama,” kata Maya, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyebut, fase menjelang penyelenggaraan menjadi periode krusial untuk memastikan seluruh workstream bergerak dalam satu arah dan setiap kebutuhan dapat dituntaskan sesuai target.
Baca Juga: Fase Pemulangan Haji Dimulai, InJourney Siagakan 14 Bandara
“Setiap workstream harus bergerak dalam satu timeline, setiap kebutuhan yang masih perlu diselesaikan harus segera dituntaskan, dan setiap isu harus memiliki PIC serta target penyelesaian yang jelas. Standar kita bukan sekadar event terlaksana, tetapi event yang aman, lancar, berkualitas, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak,” ujar Troy.