REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI — Kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Abu Dhabi dilaporkan tidak hanya melibatkan perwakilan Israel dan Uni Emirat Arab (UEA). Sejumlah pejabat dari negara Arab lain, termasuk Arab Saudi, dikabarkan turut menghadiri pertemuan tersebut, sebagaimana dilansir media Israel.

Channel 14 melaporkan bahwa utusan dari beberapa negara Arab berpartisipasi dalam pembahasan tersebut. Diskusi mendalam dilaporkan berfokus pada perkembangan terkini terkait Iran serta dinamika kawasan Timur Tengah secara luas. Sejumlah rincian yang dirilis media Israel memberikan gambaran lebih jelas mengenai jalannya pertemuan dan pergerakan di sekitar kunjungan Netanyahu.

Berdasarkan laporan Israeli Broadcasting Corporation, istri Netanyahu, Sara Netanyahu, turut mendampingi sang suami selama berada di Abu Dhabi. Agenda keberangkatan ini semula dijadwalkan pada pekan sebelumnya—menjelang kunjungan Netanyahu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)—namun dibatalkan di menit-menit terakhir setelah pihak UEA menyatakan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed sedang tidak berada di dalam negeri.

Data pemantauan penerbangan yang dikutip dalam laporan tersebut mencatat detail pergerakan pesawat. Pesawat Netanyahu, M-ULTI, melintasi ruang udara Yordania dan Arab Saudi sebelum mendarat di Abu Dhabi pada pukul 12.13 UTC. Pada saat yang bersamaan, pesawat yang terhubung dengan Libia, Maroko, dan Qatar juga tiba di kawasan tersebut, sementara pesawat UEA berkode A6-FAM mendarat dari Riyadh pada pukul 12.10 UTC.

Laporan Beragam

Netanyahu bertolak ke Abu Dhabi pada Ahad dan bertemu langsung dengan Sheikh Mohamed bin Zayed, menurut laporan Channel 12 Israel yang mengutip dua sumber yang mengetahui agenda tersebut. Netanyahu terbang ke UEA menggunakan pesawat jet pribadi pada pagi hari dan bertahan di sana sepanjang hari. Kantor Perdana Menteri Israel menolak memberikan rincian resmi mengenai agenda pertemuan tersebut.

Laporan lanjutan dari Associated Press (AP) merinci bahwa dalam pertemuan itu, Netanyahu meminta bin Zayed untuk membantah pemberitaan terkait peringatan dini dari UEA atas operasi gerakan perlawanan Palestina, Hamas, pada Oktober 2023.

Sementara itu, media Israel i24 News menyajikan versi berbeda dengan melaporkan bahwa kunjungan enam jam Netanyahu ke UEA difokuskan pada isu Iran. AP menambahkan bahwa pertemuan Netanyahu dengan Presiden UEA pada Ahad tersebut berlangsung sekitar satu jam dan turut membahas hasil investigasi media Israel, Haaretz.