asiawebawards.com
  • 2026-08-10 23:11:06 +0000 UTC

    Aug 10, 2026

    Mojtaba Khamenei Tunjuk Dua Jenderal Pimpin Angkatan Bersenjata Iran dan IRGC |Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah menunjuk dua jenderal untuk memimpin Angkatan Bersenjata Iran dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).  Keputusan itu menjadi penunjukan militer senior atau perwira tinggi perdana Mojaba sejak dia menggantikan posisi almarhum ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang terbunuh akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 lalu. 

    “Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata. Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi Korps Pengawal Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal,” demikian ditulis pada situs web Khamenei, dikutip laman Al Arabiya, Senin (11/8/2026). 

    Abdollahi sebelumnya telah memimpin Khatam al-Anbiya, komando militer pusat antar-cabang Iran yang bertugas mengoordinasikan operasi. Sejak Iran terlibat perang dengan Amerika Serikat (AS), dia telah melayangkan ancaman kepada negara-negara tetangga Iran di kawasan.

    Abdollahi mengatakan bahwa setiap negata yang berfungsi sebagai perisai pertananan untuk Amerika akan ditelan api peperangan. 

    Sementara itu mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Iran, Mohaen Rezaei, telah ditunjuk sebagai kepala badan keamanan nasional tertinggi Iran. Dia menggantikan posisi Mohammad Bagher Zolghadr yang mengundurkan diri. 

    "Mengingat pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari posisinya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan penunjukannya ke fungsi baru, Presiden Masoud Pezeshkian telah menunjuk Mohsen Rezaei sebagai kepala badan ini," kata Juru Bicara Kepresidenan Mehdi Tabatabaei lewat akun X pada Ahad (9/8/2026). 

    Rezaei, yang kini berusia 71 tahun, memimpin Garda Revolusi Iran pada 1981 hingga 1997. Masa jabatan tersebut mencakup hampir semua Perang Iran-Irak.

    Setelah itu, Rezaei sempat menduduki beberapa jabatan politik berpangkat tinggi. Dia kemudian menjabat sebagai penasihat militer untuk pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei.

    Pada Juli lalu, Rezaei sempat menyatakan bahwa kendali atas Selat Hormuz, yang kini masih menjadi pusat pertikaian Iran-AS, sangat vital. Menurutnya pengontrolan atas selat tersebut lebih penting daripada puluhan bom atom. 

    Sementara itu Mohammad Bagher Zolghadr juga merupakan mantan komandan Garda Revolusi Iran. Dia ditunjuk untuk menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Maret 2026 lalu. Zolghadr selanjutnya akan menduduki posisi sebagai penasihat politik untuk Mojtaba Khamenei.

    2026-08-10 23:11:06 +0000 UTC