Mojtaba Khamenei Balas Klaim Trump soal Dirinya Tewas, Iran Ancam AS dengan 'Pelajaran Tak Terlupakan'
Senin, 20 Juli 2026 - 11:20 WIB
Iran, VIVA – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mengklaim dirinya telah tewas akibat serangan militer yang dilancarkan Washington bersama Israel.
Baca Juga
Pernyataan Mojtaba Khamenei menjadi respons pertama yang menegaskan dirinya masih hidup setelah sempat menghilang dari hadapan publik selama beberapa bulan. Dalam pesan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah Iran, ia menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Khamenei juga memperingatkan bahwa AS akan menghadapi konsekuensi besar apabila terus meningkatkan eskalasi konflik dengan Teheran.
Baca Juga
Mojtaba Khamenei Kirim Peringatan Keras kepada AS
Dalam pernyataan yang disiarkan pada Sabtu, 18 Juli 2026, Mojtaba Khamenei menyebut pelanggaran yang dilakukan Washington terhadap kesepakatan bersama menunjukkan bahwa komitmen pemerintah AS tidak dapat dipercaya.
Baca Juga
Ia secara khusus menyoroti kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai tidak menghormati perjanjian yang telah dibuat.
"Pelanggaran berulang terhadap perjanjian oleh Setan Besar sehubungan dengan kesepakatan tersebut sekali lagi membuktikan kepada semua orang bahwa tanda tangan Presiden Amerika sekarang sama sekali tidak berharga dan tidak sah, dan bahwa intimidasi, hegemoni, dan kebiadaban adalah komponen yang tak terpisahkan dari keyakinan dan doktrin Amerika," demikian bunyi pernyataan Mojtaba Khamenei yang dibacakan di televisi pemerintah Iran.
Dalam pernyataan yang sama, ia juga mengancam Amerika Serikat akan menghadapi balasan dari Iran beserta sekutu-sekutunya.
"Sekarang musuh Amerika berusaha untuk memicu perang dan menderita biaya yang lebih berat dan penghinaan lebih lanjut, mereka harus tahu bahwa bangsa Iran yang terkasih dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi mereka," lanjut pernyataan tersebut.
Trump Sempat Klaim Mojtaba Khamenei Tewas
Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul setelah Donald Trump menyampaikan klaim bahwa pemimpin Iran tersebut kemungkinan besar telah meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam wawancara dengan media AS Fox News, Trump mengatakan sebagian besar kepemimpinan Iran telah tewas akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
"Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Trump.
Halaman Selanjutnya
Dalam pernyataan yang sama, Trump juga diduga keliru menyebut nama Ayatollah Ali Khamenei sebagai "Khomeini", yang sebenarnya merujuk pada Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Iran yang wafat pada 1989.