asiawebawards.com
  • 2026-07-20 10:00:00 +0000 UTC

    Jul 20, 2026

    Mobil China Lagi Tertekan, Empat Pabrikan Diprediksi Rugi

    Senin, 20 Juli 2026 - 17:00 WIB

    Beijing, VIVA – Industri otomotif China masih menghadapi tekanan meski penjualan kendaraan listrik dan ekspansi ke berbagai negara terus berlangsung. Hal itu terlihat dari proyeksi kinerja keuangan sejumlah produsen mobil besar yang menunjukkan penurunan laba, bahkan sebagian diperkirakan mencatat kerugian pada semester pertama 2026.

    Baca Juga

    Berdasarkan proyeksi yang telah diumumkan enam produsen mobil China kepada publik, dilihat VIVA Otomotif Senin 20 Juli 2026, empat perusahaan memperkirakan akan membukukan rugi bersih. Sementara dua perusahaan lainnya masih mencatat laba, namun nilainya diproyeksikan turun lebih dari separuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Salah satu yang diperkirakan mengalami tekanan paling besar adalah GAC Group. Perusahaan tersebut memproyeksikan rugi bersih sebesar 4,06 miliar hingga 4,57 miliar yuan pada paruh pertama tahun ini.

    Baca Juga

    GAC menyebut kenaikan harga bahan baku, peningkatan investasi penjualan, penurunan penjualan dari perusahaan patungan (joint venture), serta fluktuasi nilai tukar menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerjanya.

    Produsen lain, Seres, juga memperkirakan berbalik merugi dengan rugi bersih sekitar 1,5 miliar hingga 1,8 miliar yuan. Perusahaan menilai perubahan biaya bahan baku dan pasokan dari rantai pasok menjadi penyebab utama tekanan tersebut.

    Baca Juga

    Sementara itu, BAIC BluePark memperkirakan rugi bersih mencapai 1,77 miliar hingga 1,97 miliar yuan. Selain kenaikan biaya dari pemasok, perusahaan juga masih menanggung beban investasi riset dan pengembangan serta belum mencapai skala produksi yang dinilai optimal.

    JAC Motors turut memproyeksikan rugi bersih sekitar 740 juta yuan. Penurunan penjualan, melemahnya kinerja perusahaan patungan, serta dampak perubahan nilai tukar menjadi beberapa faktor yang disebut memengaruhi hasil keuangannya.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Di sisi lain, Changan Automobile dan Great Wall Motor masih diperkirakan membukukan laba. Namun, Changan memperkirakan laba bersihnya turun sekitar 57,7 hingga 67,7 persen dibandingkan semester pertama 2025 akibat kenaikan biaya bahan baku, fluktuasi kurs, dan meningkatnya investasi untuk ekspansi ke pasar luar negeri.

    Tekanan terhadap industri otomotif China tidak hanya berasal dari kenaikan biaya produksi, tetapi juga persaingan yang semakin ketat di pasar domestik. Banyak produsen memberikan diskon besar untuk mempertahankan pangsa pasar, sementara mereka tetap harus mengeluarkan biaya tinggi untuk mengembangkan teknologi baru dan meluncurkan model-model terbaru.

    Halaman Selanjutnya

    Selain itu, harga berbagai komponen penting, termasuk chip memori otomotif, dilaporkan mengalami kenaikan tajam pada paruh pertama 2026. Kondisi tersebut membuat produsen semakin sulit menjaga margin keuntungan, meski volume penjualan tetap tinggi di sejumlah segmen.

    2026-07-20 10:00:00 +0000 UTC