Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun menilai Indonesia harus mengambil posisi sebagai pemain utama dalam perdagangan komoditas global, mengingat besarnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
Misbakhun mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis karena sejumlah komoditas nasional memiliki pangsa besar dalam perdagangan dunia, mulai dari batu bara, minyak sawit mentah (CPO), hingga nikel.
"Indonesia ini harus menjadi pemain utama di dalam global trading in commodities," kataMisbakhun dalam Indonesia Economic Forum 2026: The Future of Indonesia's Exports, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut Indonesia memiliki pangsa lebih dari 43 persen dalam perdagangan batu bara dunia. Selain itu, Indonesia juga menguasai sekitar 60 persen perdagangan CPO dan sekitar 40 persen perdagangan nikel global.
Menurutnya, potensi tersebut tidak berhenti pada komoditas yang sudah menjadi andalan Indonesia. Ditambah lagi. Indonesia memiliki sumber daya strategis lain, termasuk rare earth atau mineral tanah jarang, emas, tembaga, perak, hingga pasir kuarsa.
"Resource based economy itu," ujarnya.
Misbakhun menilai besarnya sumber daya tersebut harus dikelola agar memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, sebagai negara berbasis sumber daya, maka harus diikuti penguatan industri dan hilirisasi.
Dia mencontohkan perkembangan industri hilirisasi di sejumlah daerah yang telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Salah satunya Maluku Utara yang menurut Misbakhun mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 20 persen yang didorong oleh aktivitas hilirisasi.
"Digerakkan oleh apa? Oleh hilirisasi," katanya.
Dia juga mencontohkan Morowali di Sulawesi Tengah sebagai salah satu wilayah yang mengalami perkembangan industri akibat hilirisasi.
Meski demikian, Misbakhun mengingatkan bahwa penguatan industri hilirisasi perlu diikuti dukungan pembiayaan dari dalam negeri.
Dia menilai perbankan nasional perlu mengambil peran lebih besar dalam membiayai pengembangan industri berbasis sumber daya alam.
Menurutnya, penguatan industri domestik akan menjadi bagian penting agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok komoditas, tetapi juga memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari perdagangan sumber daya alamnya.
(lil/ins)