Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:35 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kenaikan harga minyak dunia hingga menyentuh US$105 per barel berpotensi memengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dampaknya dapat merambat ke sisi pendapatan maupun belanja negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga
Suahasil mengatakan, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pemerintah dalam memantau pelaksanaan APBN 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Harga komoditas kalau kita lihat itu, Brent itu sebelah kiri atas US$102 per barel. Tapi hari-hari ini kita sudah melihat US$105 dan ini semua pasti akan ada implikasi ke APBN kita. Implikasi kepada pendapatan, implikasi kepada belanja dan seterusnya," ungkap Suahasil dalam acara APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.
Baca Juga
Pada penutupan perdagangan Kamis, harga minyak mentah Brent tercatat menguat 4,1 persen atau sekitar US$4,08 menjadi US$104,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,6 persen atau sekitar US$3,21 menjadi US$91,49 per barel.
Kenaikan harga minyak tersebut menjadi perhatian pemerintah karena perubahan harga komoditas dapat memengaruhi berbagai komponen fiskal. Namun, besaran dampaknya terhadap APBN bergantung pada perkembangan harga serta pengaruhnya terhadap pendapatan dan belanja negara.
Baca Juga
Harga Minyak Naik, Komoditas Lain Justru Melemah
Di tengah kenaikan harga minyak, Suahasil mengungkapkan sejumlah komoditas lainnya mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir.
Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tercatat sebesar US$1.090,7 per ton. Sementara itu, harga nikel berada di level US$15.634 per ton.
Pelemahan juga terjadi pada batu bara yang tercatat sebesar US$149,3 per ton. Adapun harga emas berada di level US$4.182 per troy ounce dan tembaga mencapai US$14.244 per ton.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pergerakan harga komoditas yang berbeda arah tersebut memperlihatkan tantangan dalam pengelolaan APBN. Kenaikan harga minyak dapat membawa implikasi terhadap pos pendapatan dan belanja, sementara perubahan harga komoditas lain turut memengaruhi kondisi ekonomi dan penerimaan negara.
Karena itu, pemerintah perlu mencermati perkembangan harga komoditas secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada kenaikan harga minyak mentah.
Halaman Selanjutnya
Ketidakpastian Global Tekan Prospek Pertumbuhan Ekonomi