Lalu, bagaimana cara kita mengubah kebiasaan ini untuk jangka panjang? Solusinya terletak pada makan dengan kesadaran atau mindful eating.

Baca Juga: Bukan Diabetes, ISPA Jadi Penyumbang Tagihan Obat Terbesar Menurut Allianz

Apa itu mindful eating? Ini bukan hanya tentang diet ketat, melainkan sebuah cara untuk kembali menyadari apa yang kita makan, kapan kita makan, dan mengapa kita makan.

Dengan melibatkan semua indra, mindful eating telah terbukti secara ilmiah membantu kita mengenali sinyal lapar dan kenyang, sehingga lebih mudah untuk mengatur asupan, termasuk mengapa kita sering ingin makanan manis dan bagaimana cara menanganinya.

Memahami Mindful Eating: Lebih dari Sekadar Kenyang

Mindful eating adalah pendekatan yang mengajarkan kita untuk sepenuhnya hadir selama proses makan. Praktik ini berakar pada konsep mindfulness yang berfokus pada kesadaran di saat ini tanpa memberikan penilaian. Ini menjadi solusi bagi pertanyaan, Apa yang perlu kita lakukan untuk merubah kebiasaan makan yang impulsif?

Definisi Resmi: Berdasarkan penelitian, mindful eating adalah praktik makan dengan penuh perhatian terhadap sensasi fisik dan emosional saat makan, dari memilih, menyiapkan, hingga menikmati setiap gigitan (Sumber: Studi Ilmiah di Health Education & Behavior, 2014).

Kegunaan Utama: Praktik ini membantu membedakan antara lapar fisik sejati dan "lapar emosional" yang muncul karena stres, kebosanan, atau emosi lainnya.

Mengapa Mindful Eating Menjadi Efektif dalam Mengontrol Gula?

Pertanyaan pentingnya adalah: Mengapa mindful eating dapat membantu saya mengurangi asupan gula? Keefektifan teknik ini terletak pada peningkatan kesadaran diri mengenai pemicu dan dampak dari makanan yang kita konsumsi.

Mengatasi Konsumsi Gula Tersembunyi

Seringkali, gula yang kita konsumsi datang dari sumber yang tidak terduga (seperti saus, dressing, dan minuman kemasan).

Peningkatan Kesadaran Terhadap Label: Saat melakukan mindful eating, Anda lebih cermat dalam memperhatikan dan membaca label nutrisi. Hal ini penting untuk memahami dimana gula tersembunyi, seperti pada makanan kaleng atau sereal untuk sarapan.

Mengenali Rasa Asli: Dengan mengunyah lebih lambat, Anda melatih lidah agar lebih sensitif terhadap rasa alami. Sebagai hasilnya, makanan yang terlalu manis dapat terasa berlebihan, sehingga secara otomatis mengurangi keinginan terhadap camilan manis buatan.

Mengatur Keinginan Terhadap Makanan Manis dan Makan Karena Emosi

Keinginan untuk mengonsumsi makanan manis sering terjadi bukan karena lapar fisik, tetapi karena respon emosional.

Mengidentifikasi Pemicu: Praktik ini mengajarkan Anda untuk sejenak berhenti dan bertanya, Kapan biasanya saya menginginkan makanan manis? Mengetahui kapan dan di mana pemicu ini muncul menjadi langkah pertama dalam mengatasinya.

Mencegah Makan Impulsif: Penelitian menunjukkan bahwa mindful eating dapat membantu mengurangi perilaku makan berlebihan yang seringkali berkaitan dengan tingginya konsumsi gula.

Baca Juga: 20 Ide Menu Makan Hemat Akhir Bulan, Murah tapi Tetap Enak dan Mengenyangkan

Panduan Praktis untuk Menerapkan Mindful Eating

Untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara memulai mindful eating yang benar?Berikut adalah langkah-langkah konkret yang bisa Anda terapkan segera.

5 Langkah Memulai Mindful Eating

1. Hapus Gangguan: Matikan televisi, jauhkan ponsel, dan hindari melakukan pekerjaan saat Anda makan. Alihkan perhatian Anda hanya pada makanan yang ada di depan.

2. Manfaatkan Semua Indera: Sebelum menyentuh makanan, lihatlah warna, tekstur, dan cium baunya. Saat mengunyah, perhatikan suara, rasa, dan sensasi makanan di mulut.

3. Kunyah dengan Perlahan dan Tempatkan Alat Makan: Kunyahlah setiap suapan sebanyak 20 hingga 30 kali. Setelah menelan, letakkan sendok atau garpu sejenak, ambil napas sebelum melanjutkan ke suapan berikutnya.

4. Perhatikan Tanda Lapar dan Kenyang: Tanyakan pada diri sendiri: Seberapa lapar saya sekarang? Berhenti makan ketika Anda merasa "cukup" kenyang (sekitar 80% penuh).

5. Ajukan Pertanyaan "Mengapa:" Sebelum mengambil makanan atau minuman manis, tanya pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar lapar, atau hanya merasa bosan atau stres? Jika jawabannya bersifat emosional, coba alihkan perhatian Anda dengan aktivitas lain (seperti minum air atau berjalan-jalan sebentar).

Eating mindfully adalah strategi yang efektif untuk mengendalikan asupan gula, bukan hanya dengan membatasi, tetapi juga dengan mengubah hubungan Anda dengan makanan secara mendasar.

Dengan menerapkan kesadaran penuh ketika makan, Anda dapat menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil, serta mencapai pengelolaan berat badan yang lebih baik dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes.

Ingatlah, ini adalah perjalanan yang berkelanjutan, bukan perubahan yang instan.

Tia ayulia (Magang)