Menteri PPPA: Anak difabel miliki kesempatan yang sama untuk tumbuh
Sabtu, 10 Oktober 2026 15:43 WIB
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan keterangan kepada pers usai menghadiri acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema "Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures" di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). ANTARA/Risky Syukur
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menegaskan bahwa anak-anak penyandang disabilitas tidak meminta perlakuan khusus (istimewa), melainkan kesempatan yang sama untuk dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi di tengah masyarakat.
"Dalam Peringatan Hari Anak, kami memfasilitasi apa sesungguhnya keinginan dari anak-anak penyandang disabilitas. Mereka tidak meminta perlakuan istimewa, mereka hanya ingin didengar, diterima, dihargai, dan dilindungi, serta diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang," kata Arifah saat membuka acara Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 bertema "Sustaining Inclusion, Empowering, and Futures" di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut dia, pemenuhan hak-hak anak disabilitas, mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, hingga berpartisipasi, merupakan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya pada pasal 59, 70, dan 72.
"Dan amanat undang-undang ini menunjukkan bahwa kolaborasi, sinergi, dan kerja sama ini menjadi fondasi bagaimana kita berhasil melaksanakan apa yang tertera dalam undang-undang," kata dia.
Menurutnya, cara terbaik untuk memperlakukan anak-anak berkebutuhan khusus adalah dengan membuka akses yang setara, baik dari penyediaan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, pendampingan, hingga alat bantu yang memadai.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Tidak ada satu pun kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah yang bisa sukses dan jalan sendiri. Semua harus kolaborasi, sinergi, dan bekerja sama," kata Arifah.
Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung yang dinilai berhasil menjadi proyek percontohan (pilot project) dalam menyediakan akses inklusif bagi anak-anak.
Ia berharap kolaborasi antara KemenPPPA, Pemprov DKI Jakarta, dan pihak penyelenggara SPEKIX tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan berlanjut pada pemetaan data dan penentuan langkah strategis konkret di lapangan.
"Kolaborasi bukan hanya sekedar pertemuan kali ini, tapi kami ingin ada tim dari SPEKIX, kemudian ada tim dari pemerintah daerah DKI Jakarta dan juga kementerian kami, bagaimana kita bersinergi dan melakukan langkah-langkah selanjutnya yang bisa menjembatani, menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita," katanya.
Dia pun mengapresiasi para orang tua yang membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus. "Tidak mudah untuk menjadi orang tua dengan anak yang memiliki kelebihan khusus. Tapi ini tetap harus disyukuri dan ayah bunda tidak sendiri, kita akan melakukan ini bersama-sama," tuturnya.
Pewarta : Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026