Menteri Bahlil yakin hidrogen dapat saingi EV pada 5-10 tahun ke depan - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meyakini kendaraan berbasis hidrogen dapat bersaing dengan kendaraan listrik (EV) yang berbasis baterai dalam waktu 5–10 tahun ke depan.
“Keyakinan saya, paling lambat 5–10 tahun ke depan, hidrogen ini menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai,” ujar Bahlil dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa.
Bahlil menjelaskan program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW bisa dijadikan sebagai instrumen untuk melahirkan hidrogen.
Dengan demikian, lanjut Bahlil, hidrogen yang dihasilkan merupakan produk yang bersih, serta berasal dari energi terbarukan.
“Jadi, bersih plus bersih, hasilnya bersih kuadrat,” ucap Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga menyampaikan perdebatan mengenai kendaraan hidrogen dengan kendaraan listrik sudah berlangsung sejak ia masih menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Terdapat dua negara Asia yang memimpin masing-masing jenis kendaraan, yakni Jepang sebagai negara yang memimpin pengembangan kendaraan hidrogen, serta China yang memimpin pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.
“Keberpihakan negara akan ditentukan dari pertama, kita pakai energi bersih; kedua, energi yang efisien; dan yang ketiga adalah energi itu bisa dihasilkan dari Indonesia,” ujar Bahlil.
Ia menyampaikan pengembangan hidrogen merupakan salah satu instrumen ketahanan energi, kedaulatan energi dan bisa mendorong kepada swasembada energi agar Indonesia tidak tergantung dengan impor dari negara lain.
Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition atau GHES 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, industri, akademisi, mitra internasional, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.
Penyelenggaraan GHES 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong pemanfaatan hidrogen pada sektor transportasi, industri, logistik dan pelabuhan.
Sektor transportasi menjadi salah satu fokus awal penerapan hidrogen karena memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi kendaraan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Bahlil yakin hidrogen dapat saingi EV pada 5-10 tahun ke depan
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.