Semua harus sama-sama berkolaborasi untuk mewujudkan Sulsel sebagai hub KTI guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional

Makassar (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan Sulawesi Selatan memiliki peran strategis sebagai hub atau gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

"Semua harus sama-sama berkolaborasi untuk mewujudkan Sulsel sebagai hub KTI guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional," kata Amran seusai peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel, Jumat.

Kendati harus menghadapi dampak fenomena El nino ataupun la Nina, Menteri Pertanian tetap optimistis terkait pencapaian swasembada pangan beras yang berkelanjutan.

"Kami optimistis Sulsel sebagai hub KTI dapat mendorong terwujudnya swasembada pangan beras yang berkelanjutan. Karena itu, semua pihak harus bekerja bersama-sama, membangun kolaborasi yang kuat," ujarnya.

Baca juga: Amran: Penindakan mafia pangan tak sebatas sanksi administratif

Baca juga: Mentan Amran surati Kapolri Suyudi minta mafia pangan ditindak tuntas

Lebih lanjut, Mentan juga memaparkan capaian signifikan yang telah diraih pemerintah dalam hal swasembada pangan. Saat ini, tercatat delapan komoditas strategis telah mencapai tingkat swasembada, antara lain: telur, ayam, beras dan bawang merah serta gula konsumsi. Capaian ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Mentan menegaskan bahwa posisi Sulsel yang strategis menjadikannya sebagai jendela sekaligus penyangga utama distribusi pangan bagi wilayah Indonesia bagian Timur.

Melalui penguatan peran Sulsel sebagai pusat KTI, diharapkan arus pasokan pangan semakin lancar, harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan program swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.

GPIPS sendiri merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau dan merata di seluruh daerah.

Baca juga: Mentan Amran perkuat transformasi pertanian menuju swasembada pangan

Baca juga: Mentan Amran: Stok beras 4,5 juta ton siap hadapi El Nino ekstrem

Di wilayah Sulampua, program ini difokuskan pada sinergi antar-daerah dalam penataan rantai pasok, penguatan produksi pangan lokal, serta pengendalian fluktuasi harga yang berpotensi membebani masyarakat.

Pelaksanaan GPIPS 2026 di Makassar sekaligus menegaskan komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, khususnya di KTI.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman pada acara peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel, Jumat (23/10/2026). ANTARA / Suriani mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.