asiawebawards.com
  • 2026-08-20 10:35:38 +0000 UTC

    Aug 20, 2026

    Mentan percepat penyaluran bantuan pangan bagi korban gempa NTT

    Mentan percepat penyaluran bantuan pangan bagi korban gempa NTT

    Kamis, 20 Agustus 2026 17:35 WIB

    Image Print

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan percepatan penyaluran bantuan pangan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan logistik tanpa menunggu proses administrasi demi memenuhi kebutuhan pengungsi.

    Menurut Amran, dalam kondisi bencana tidak ada ruang untuk memperdebatkan kewenangan, pangkat, maupun prosedur yang dapat memperlambat penyaluran bantuan karena kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas dalam penanganan kemanusiaan.

    “Ini penting, kita harus turun. Jangan melihat pangkat, jabatan, bukan. Ini kemanusiaan. Siapa yang melihat masalah, laporkan, kita eksekusi cepat,” kata Mentan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

    Sebelumnya, Mentan telah melepas sejumlah truk pengangkut bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana di NTT dari Labuan Bajo, Rabu (19/8).

    Sejumlah truk tersebut membawa beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan kebutuhan pangan lainnya. Bantuan tersebut diperintahkan segera bergerak menuju titik-titik terdampak tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.

    Amran mengatakan langkah cepat tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sejak bencana terjadi. Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, dan jajaran terkait diminta turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan langsung di lokasi.

    “Kami diperintah Bapak Presiden langsung bergerak cepat. Kita turun, ini adalah perintah Bapak Presiden bergerak cepat, menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta,” ujarnya.

    Saat turun langsung ke salah satu titik terdampak, Mentan bahkan mengambil keputusan di tempat ketika pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan beras. Permintaan awal sebanyak 20 ton langsung ditingkatkan menjadi 200 ton agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

    “Kami turun ke titik bencana, kami melihat langsung. Bahkan ada yang minta 20 ton, kami berikan 200 ton. Kami disposisi, Wakil Bupati dan Kapolres tulis tangan, kami juga tulis tangan, karena butuh bantuan cepat. Kalau diproses ke Jakarta bisa tiga hari, bisa satu minggu,” katanya.

    Dia menegaskan prosedur administratif tidak boleh menjadi alasan keterlambatan dalam kondisi darurat. Beras yang dibutuhkan masyarakat dapat terlebih dahulu dikeluarkan dari gudang, sementara persetujuan dan administrasinya diselesaikan setelahnya.

    “Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya, persetujuannya belakangan. Ini darurat. Nanti saya tanda tangan menyusul,” tegasnya.

    Berdasarkan perhitungan di lapangan, sekitar 34 ribu pengungsi membutuhkan kurang lebih 300 ton beras setiap bulan. Sementara itu, ketersediaan beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 39 ribu ton.

    Dengan kondisi tersebut, Mentan memastikan pasokan beras untuk masyarakat terdampak berada dalam kondisi aman, termasuk apabila penanganan bencana membutuhkan waktu lebih panjang.

    “Kami hitung 34 ribu pengungsi, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan. Stok kita di sini 39 ribu ton. Jadi tidak ada masalah. Enam bulan pun berasnya aman, sampai satu tahun aman,” ujarnya.

    Di luar beras, truk-truk yang dilepas juga membawa berbagai kebutuhan pangan seperti minyak goreng, mi instan, dan gula. Sebagian merupakan bantuan pemerintah, sementara sebagian lainnya berasal dari kepedulian pribadi Mentan Amran bersama jajaran Kementerian Pertanian.

    Mentan mengatakan pengalaman menghadapi bencana membuatnya memahami kondisi masyarakat yang harus meninggalkan rumah dan bertahan dalam keterbatasan. Karena itu, menurutnya, setiap keluhan sekecil apa pun dari warga harus didengar dan ditangani, bukan dianggap sebagai persoalan sepele.

    “Kita harus terima, karena kami secara pribadi pernah mengalami hal serupa. Kami pernah kena bencana, tidur di bawah pohon dan di tenda-tenda kecil,” tuturnya.

    Dia juga memastikan Kementerian Pertanian akan terus mengawal bantuan pangan hingga kondisi masyarakat kembali pulih. Dengan stok yang tersedia dan dukungan lintas instansi, pemerintah memastikan tidak boleh ada warga terdampak bencana yang kesulitan memperoleh pangan.

    “Yang paling penting, kita bergerak cepat menyelesaikan masalah. Alhamdulillah kami sudah cek langsung dan sudah hitung kekuatan kita di sini. Aman, tidak ada masalah,” kata Amran.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan percepat penyaluran bantuan pangan bagi korban gempa NTT

    Pewarta : Muhammad Harianto
    Editor: Sutarmi
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-08-20 10:35:38 +0000 UTC