asiawebawards.com
  • 2026-07-20 13:57:07 +0000 UTC

    Jul 20, 2026

    Mentan mempermudah perizinan investor bangun peternakan sapi perah

    Mentan mempermudah perizinan investor bangun peternakan sapi perah

    Senin, 20 Juli 2026 20:57 WIB

    Image Print

    Pekerja memerah susu sapi di salah satu peternakan sapi di Jakarta, Senin (13/10/2025). Kementerian Pertanian menargetkan swasembada susu sapi pada 2029 yang diproyeksi kebutuhannya mencapai 8,5 juta ton dengan menyiapkan roadmap percepatan produksi susu nasional melalui strategi penambahan populasi sapi perah dan penguatan kemitraan industri. ANTARA FOTO/Ika Maryani/hma/foc. (ANTARA FOTO/IKA MARYANI)

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kemudahan perizinan bagi investor yang membangun peternakan sapi perah modern guna mempercepat swasembada susu dan mengurangi ketergantungan impor nasional.

    Amran mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor dan seluruh proses perizinan akan dipercepat agar investasi dapat segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Kalau butuh legalitas dari Kementerian Pertanian, staf kami yang mengantarkan. Cukup kirim lewat WhatsApp, insya Allah kami percepat. Jangan sampai investasi dipersulit,” kata Mentan dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Dia menyampaikan hal itu usai peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu oleh perusahaan swasta di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

    Oleh karena itu, ia mengajak investor dalam dan luar negeri memperkuat industri persusuan nasional.

    Menurutnya, Indonesia hanya membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang hingga kini masih didominasi impor.

    Proyek dengan kapasitas produksi 180 ribu ton susu segar per tahun itu dinilai menjadi model investasi yang dibutuhkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada susu.

    “Kami meminta pengusaha-pengusaha lokal maupun dari luar negeri untuk investasi di Indonesia karena pasarnya jelas. Kita butuh perusahaan seperti ini sekitar 20 kalau mau swasembada,” kata Mentan.

    Amran mengungkapkan, Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional atau setara 3,6 hingga 3,8 juta ton per tahun. Besarnya ketergantungan impor tersebut sekaligus menunjukkan peluang investasi yang sangat besar di sektor persusuan.

    “Ini adalah potensi yang sangat besar. Kami bangga putra terbaik bangsa membangun industri susu. Ini yang kita nantikan dan menjadi harapan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ujarnya.

    Menurut Amran, peternakan sapi perah yang dibangun di Brebes ditargetkan mampu memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 20 persen dari produksi susu nasional saat ini.

    "Semakin banyak investasi serupa terealisasi, semakin cepat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan susu dari produksi dalam negeri," kata Amran.

    Selain mendorong investasi, Amran menegaskan pentingnya memperkuat peternak rakyat sebagai bagian dari ekosistem persusuan nasional. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 50 ribu peternak sapi perah, sementara untuk mencapai swasembada diperkirakan dibutuhkan sedikitnya 100 ribu peternak yang produktif.

    “Yang terpenting kita harus berkolaborasi. Pemerintah, pengusaha, BUMN, investor asing maupun lokal harus bergerak bersama. Kalau peternaknya kita bina, saya yakin swasembada susu bisa kita capai,” beber Amran.

    Lebih lanjut Mentan juga mengajak dunia usaha memanfaatkan peluang besar di sektor persusuan nasional.

    “Cari lagi teman-temannya. Kami akan bantu. Tidak ada biaya macam-macam. Pasarnya besar, potensinya besar. Kalau kita bekerja bersama, saya yakin Indonesia bisa swasembada susu,” kata Amran.

    Sementara itu, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri mengatakan pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional.

    Ihsan mengatakan pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes itu merupakan perwujudan komitmen kuat untuk berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional.

    "Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif,” ujar Ihsan.

    Proyek tersebut akan mengembangkan kemitraan dengan sekitar 5.000 petani sebagai pemasok hijauan pakan ternak. Selain itu, perusahaan juga akan bekerja sama dalam penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan per tahun serta bermitra dengan sekitar 1.000 hingga 2.000 peternak sapi perah.

    Pewarta : Muhammad Harianto
    Editor: Victorianus Sat Pranyoto
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-07-20 13:57:07 +0000 UTC