Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan strategi dalam menghadapi kekeringan lahan akibat fenomena El Nino, guna menjaga produktivitas pertanian.
Amran mengatakan pemerintah telah mengantisipasi dampak kekeringan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai program penguatan sektor pertanian di seluruh Indonesia.
"Itu menghadapi kekeringan lahan pertanian sudah diantisipasi sejak awal. Kan kita sudah antisipasi sejak pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran (Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka)," kata Mentan ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis.
Dia menyebutkan berbagai langkah strategis yang disiapkan pemerintah menghadapi kekeringan melalui irigasi, pompanisasi, embung, dan benih tahan kering untuk menjaga produksi pangan nasional.
"Kan kita sudah ada irigasi, ada pompanisasi, ada embung, kemudian ada benih tahan kekeringan, kemudian ada cetak sawah, optimalisasi rawa," ujar Amran.
Strategi tersebut dilakukan dengan mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi agar pasokan air menuju lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung di sentra produksi pangan.
Pemerintah juga memperluas program pompanisasi untuk membantu petani memperoleh pasokan air dari sumber terdekat sehingga aktivitas tanam dan produktivitas lahan tetap berjalan secara optimal.
Selain itu, pembangunan embung terus dilakukan sebagai cadangan air bagi kawasan pertanian yang rawan kekeringan sehingga petani memiliki sumber air ketika curah hujan menurun.
Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyediakan benih padi tahan kekeringan agar tanaman tetap mampu berproduksi meskipun menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering dibandingkan musim normal.
Program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa turut menjadi bagian strategi pemerintah untuk memperluas areal tanam sekaligus menjaga produksi beras nasional di tengah ancaman El Nino.
"Nah, itu bentuk antisipasi dari pada kekeringan. Alhamdulillah hari ini stok (beras) kita (yang dikelola Perum Bulog) masih ada 5 juta ton. Jadi aman," beber Amran.
Meski begitu, Mentan tidak merinci lebih lanjut berapa jumlah irigasi yang dibangun hingga pompa air yang telah disalurkan dalam menghadapi kekeringan akibat El Nino. Hanya saja, ia memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis agar sektor pertanian tetap aman dan terjaga meski memasuki musim kemarau.
Lebih lanjut Amran mengatakan dirinya menerima laporan luas lahan terdampak kekeringan hingga saat ini hanya sekitar 30 ribu hektare dari total luas tanam nasional sekitar 11 juta hektare.
"Laporan terakhir kami terima, itu paling terakhir itu 30 ribuan hektare. Itu kecil karena luas tanam kita 11 juta (hektare). Kecil. Insya Allah tidak (mempengaruhi produktivitas pertanian)," kata Amran.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan Amran tegaskan strategi atasi kekeringan lahan sudah disiapkan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.