Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman 10 Bulan, Optimistis Indonesia Lolos Ancaman El Nino Godzilla
Kamis, 30 Juli 2026 - 12:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi stok beras nasional masih sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam 10 bulan ke depan. Pemerintah pun optimistis ancaman fenomena El Nino yang disebut-sebut berpotensi lebih ekstrem atau dikenal sebagai "El Nino Godzilla" tidak akan mengganggu ketahanan pangan Indonesia.
Baca Juga
Amran mengungkapkan total cadangan beras nasional saat ini mencapai 26 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang rata-rata mencapai 2,6 juta ton per bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan ketersediaan stok tersebut, pemerintah meyakini pasokan beras nasional tetap terjaga meski menghadapi potensi gangguan cuaca ekstrem.
Baca Juga
"26 juta ton itu per bulan 2,6 juta konsumsi. Artinya cukup untuk 10 bulan. Cukup untuk 10 bulan ke depan. Artinya apa? El Nino Godzilla yang sekarang lagi ramai, Insyaallah kita bisa lolos dan tidak mempengaruhi kondisi perberasan Indonesia. Stok kita aman," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Cadangan Beras Nasional Capai 26 Juta Ton
Baca Juga
Amran menjelaskan angka cadangan beras nasional berasal dari sejumlah komponen yang saat ini tersedia di berbagai sektor.
Rinciannya, stok beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton. Selain itu, terdapat potensi hasil panen dari tanaman yang siap dipanen atau standing crop sebesar 10 juta ton yang berasal dari total luas lahan sekitar 3,8 juta hektare.
Sementara itu, stok beras yang berada di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) diperkirakan mencapai 10,8 juta ton.
Jika seluruh komponen tersebut digabungkan, total cadangan beras nasional mencapai sekitar 26 juta ton, yang dinilai cukup untuk menjaga ketahanan pangan dalam beberapa bulan ke depan.
Sudah Dilaporkan kepada Presiden Prabowo
Menurut Amran, kondisi stok beras nasional yang aman tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan produksi dan cadangan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman menghadapi berbagai periode kekeringan ekstrem, termasuk yang terjadi pada 2016, 2023, dan 2024.
Halaman Selanjutnya
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menyusun langkah antisipasi agar produksi pangan tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim.